Sign In
Suara MuslimSuara MuslimSuara Muslim
Notification Show More
Font ResizerAa
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Reading: Perjuangan Habib Saggaf Bangun Pesantren al-Ashriyyah Nurul Iman Gratis di Parung
Share
Suara MuslimSuara Muslim
Font ResizerAa
  • Web Syndication
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • About Us
  • Contact
Search
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise with us
  • Newsletters
  • Deal
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Suara Muslim > Blog > MUSLIM STORY > Ulama Nusantara > Perjuangan Habib Saggaf Bangun Pesantren al-Ashriyyah Nurul Iman Gratis di Parung
Ulama Nusantara

Perjuangan Habib Saggaf Bangun Pesantren al-Ashriyyah Nurul Iman Gratis di Parung

Last updated: 13/03/2024 14:24
Redaksi
Share
5 Min Read
Habib Saggaf bin Mahdi bin Syeikh Abu Bakar
Habib Saggaf bin Mahdi bin Syeikh Abu Bakar
SHARE

SUARA MUSLIM | Jakarta–Ketika dunia pendidikan di Indonesia ramai dengan pendidikan gratis, justru dari Parung, seorang Habib bernama Habib Saggaf bin Mahdi bin Syeikh Abu Bakar telah menerapkannya. Pendidikan gratis ini bermula saat krisis moneter melanda bangsa Indoensia.

Ketika terjadi krisis politik dan ekonomi tahun 1998, Habib Saggaf yang mulanya aktif menghidupkan majelis taklim di Masjid Agung Bintaro ini akhirnya hijrah ke Parung, Bogor.

Krisis moneter yang melanda bangsa Indonesia saat itu telah menghancurkan sendi-sendir perekonomian bangsa. Tak terkecuali masyarakat Desa Warujaya. Atas dasar itulah, Habib Saggaf berinisiatif mengumpulkan anak-anak sekolah di rumahnya.

Bukan tanpa alasan memanggil anak-anak sebelum sekolah ke rumahnya, ternyata mereka mendapatkan sebungkus makanan dan uang sangu untuk sekolah. “Sebelum sekolah mereka makan nasi ketan di rumah. Tiap anak saya kasih uang jajan Rp 250. Dan tiap keluarga kita bagi beras 5 kg,” katanya.

Ketika anak-anak yang datang ke Habib Saggaf kian banyak, datanglah seorang santri asal Wonogiri, Solo, bernama Prawoto Suwito. Kedatangannya memberikan spirit bagi Saggaf untuk mendirikan pesantren. Maka tercetuslah sebuah pesantren gratis di Parung bernama Pesantren al-Ashriyyah Nurul Iman.

Kian lama pesantren yang ia rintis kian besar, bahkan sebelum Habib Saggaf meninggal dunia pada Jum’at, 12 November 2010 lalu, jumlah santrinya mencapai 18 ribu santri. Semuanya tidak dipungut biaya oleh pesantren, alias gratis.

Diakui Saggaf, ikhtiar ekonomi para santrinya belum cukup untuk menghidupi pesantren itu. Karena itulah, dia menerima beberapa dermawan mensedekahkan hartanya untuk kepentingan keberlangsungan pesantrennya.

“Dua masjid itu sumbangan dari orang yang sama,” ungkap Saggaf menjelaskan asal usul dua masjid besar di dalam pesantren. Satunya berkapasitas 5.000 orang untuk santri laki-laki dan sebuah lagi, berkapasitas 3.000 orang untuk santri perempuan.

Tak hanya itu, beberapa perkumpulan agama non-Islam turut menyumbang konsumsi, tenaga pengajar, gedung olah raga dan asrama. Jadi, jangan heran jika di depan masjidnya berdiri dojo Taekwondo seluas 200 m2, sumbangan dari pengusaha Korea Selatan, Park Young Soo.

Pesantren yang pernah ia pimpin ini kian besar. Selain beribadah dan belajar, pesantren ini juga melatih santrinya beberapa keterampilan hidup, seperti bertani, mendaur ulang sampah dan memroduksi roti, dan lain sebagainya.

Pesantren ini menyediakan pengajaran tingkat Anak Usia Dini, TK, SD, SMP, SMA, dan Sekolah Tinggi. Seluruh gedung adalah hasil sumbangan dari para donatur dan infaq orang tua santri. Bahkan salah satu diantaranya adalah sumbangan dari organisasi keturunan India di Indonesia, Gandhi Sevaloka.

Hadirnya beberapa bangunan dari sumbangan komunitas non-muslim itu, menurut Habib, karena dirinya tak segan bergaul dengan siapa pun. “Kadang beberapa pendeta tidur di sini untuk mempelajari sistem ponpes ini,” katanya.

Habib Saggaf juga terus menanamkan toleransi antar pemeluk agama di negeri ini. Karenanya, ia menyayangkan aksi kekerasan sekelompok orang dengan mencatut Islam. “Akibatnya Islam dipandang salah. Orang Islam dianggap ‘tukang makan orang’,” ujarnya lugas.

Perjuangan Habib Saggaf dalam dunia pendidikan gratis dan sepak terjang ulama sudah diprediksi oleh sang guru, ketika ia masih nyantrio di Bondowoso Jawa Timur. Saat itu, sang guru Habib Soleh bin Ahmad bin Muhammad al-Muhdhar mengatakan, “Nanti, kamu jadi ulama besar dan kaya raya. Kamu masuk pondok saja. Berangkatlah tawakkaltu.”

Kalimat yang meluncur dari sang guru masih meragukannya, pasalnya sejak kecil ia tak pernah mondok. Akhirnya ia pun nyantri di Pesantren Darul Hadits di Malang. Di depan pintu, Saggaf diterima pendiri Darul Hadits, Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih al-Alawy. “Kamu musti belajar baca al-Qur’an,” katanya seraya memegang kuping Saggaf.

Setelah 13 tahun nyantri di Malang, Saggaf berguru ke Masjid Sayyidina Abbas di Aljazair selama 5 tahun dan i’tikaf di Makkah selama 5 tahun. Saggaf juga memperdalam tareqat di Irak. Namun ia harus kembali ke Tanah Air.

Dia pun lantas kembali ke Dompu mendirikan Ponpes Ar-Rahman. Tak lama berselang, Saggaf pindah ke Parung Bogor mendirikan Ponpes al-‘Ashriyyah Nurul Iman. Sebelum ke Parung, Saggaf mendirikan Ponpes Nurul Ulum di Kali Mas Madya, Surabaya, yang banyak menerima murid dari Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Afrika.

Setelah meninggalnya Habib Saggaf pada Jumat 12 September 2010 lalu, kepemimpinan pesantren dikelola oleh istrinya Ummi Waheeda, orang nomer dua perintis sekaligus pendamping setia almarhum Habib Saggaf. Ucap singkat namun sarat makna yang beliau tinggalkan adalah “Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman harus tetap gratis sampai kiamat”. []

 

 

 

⇒ Berita Suara Muslim, bisa kunjungi dan follow di ⇒ GOOGLE NEWS

You Might Also Like

Syaikh Abdul Ghani al-Bimawi Guru para Ulama di Nusantara

Mengenang KH Moh. Tidjani Djauhari, Sang Mutiara Madura yang Mendunia

Abuya Dimyati Ulama Banten yang Waktunya untuk Ilmu dan Dakwah

Ajengan Ruhiat, Kembangkan Pesantren Cipasung dan Ditahan 4 Kali oleh Penjajah

Salahuddin Wahid, Sosok yang Senang Membaca dan Produktif Menulis

TAGGED:Habib Saggaf bin Mahdi bin Syeikh Abu Bakarpesantren al-Ashriyyah nurul imanpesantren gratis
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article Kemenag Kirim 34.000 Eksemplar Al-Qur’an dan Yasin ke 34 Provinsi
Next Article Raden Gani Pj Wali Kota Bekasi Pj Wali Kota Bekasi Gelar Tarawih Keliling di Masjid Al Muaz Jatiasih
Leave a review

Leave a review Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please select a rating!

Sosmed Suara Muslim

FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
TelegramFollow
Google NewsFollow

Jasa Blogroll

Kami menyediakan Jasa Blogroll yang berisi tautan website di sidebar. Klik Hubungi Kami:

  • Suara Muslim
  • Suara Pesantren
  • Suara Masjid
  • Seputar Halal.
  • Info Kuliner
  • Cara Sehat
  • Destinasi Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Promo UKM
  • Warta Regional
  • Surabaya Kota
  • Berita Santai
  • Dunia Pengamanan
  • Info Bekasi
  • Berita Kamera
  • Dunia Kampus
  • Market
  • Bisnis
Ad imageAd image

Latest News

transplantasi rambut
Hukum Transplantasi Rambut menurut Islam: Antara Mengobati Kebotakan dan Mengubah Ciptaan Allah
Kesehatan 08/10/2026
lppom papua
LPPOM Provinsi Papua Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Halal
Nasional 26/09/2026
mui papua
MUI Pusat akan Selenggarakan Monev 2026 di MUI Provinsi Papua
Nasional 16/09/2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman
Nasional 06/09/2026
tk islam malang
Mengenal PAUD dan TK Islam di Malang sebagai Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini
Akademia 05/09/2026
pramuka PUI
Kapolri Dukung Pramuka PUI Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Nasional 04/09/2026
Suara MuslimSuara Muslim
Follow US
©2024 Suara Muslim | Media Islam Inspirasi Keluarga Muslim
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?