Sign In
Suara MuslimSuara MuslimSuara Muslim
Notification Show More
Font ResizerAa
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Reading: Hamid Fahmy Zarkasyi, Filsuf Muslim Indonesia Lahir dari Pondok Gontor
Share
Suara MuslimSuara Muslim
Font ResizerAa
  • Web Syndication
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • About Us
  • Contact
Search
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise with us
  • Newsletters
  • Deal
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Suara Muslim > Blog > MUSLIM INSPIRE > Figur Muslim > Hamid Fahmy Zarkasyi, Filsuf Muslim Indonesia Lahir dari Pondok Gontor
Figur Muslim

Hamid Fahmy Zarkasyi, Filsuf Muslim Indonesia Lahir dari Pondok Gontor

Last updated: 04/02/2024 07:18
Redaksi
Share
6 Min Read
Tokoh Perbukuan 2023 Hamid Fahmy Zarkasyi
SHARE

SUARA MUSLIM | Jakarta–Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil mendapatkan penghargaan sebagai “Tokoh Perbukuan Islam” dari Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DKI Jakarta dalam ajang IBF Award.

Penghargaan diberikan dalam pembukaan pameran buku Islam terbesar di Indonesia, Islamic Book Fair (IBF) 2023 di Istora Senayan, Jakarta, pada Rabu, 20 September 2023 lalu.

Dalam sambutannya, Hamid mengatakan, IBF 2023 merupakan pesta peradaban Islam. ”Saya sungguh berbahagia, bahwa acara kita hari ini pesta peradaban Islam,” ungkapnya.

“Ini tradisi luar biasa, kepada IKAPI saya ucapkan terima kasih. Ini bagian membangun peradaban dengan ilmu pengetahuan. Ini tradisi dan cermin tonggak kemajuan literasi Islam,” tegasnya.

Lalu, seperti apa sesungguhnya sosok Hamid Fahmy Zarkasyi?

Nama dan gelar lengkapnya adalah Prof. Dr. K. H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. Hamid lahir di Gontor, Ponorogo pada 13 September 1958. Ia merupakan putra ke-9 dari KH Imam Zarkasyi, salah satu pendiri Pesantren Modern Gontor Ponorogo.

Hamid adalah sosok yang komplit dalam dunia ilmu dan pendidikan. Ia merupakan ulama, akademisi, peneliti, filsuf, dan cendekiawan muslim Indonesia.

Sebagai peneliti, ia menjadi pendiri dan Direktur Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS) dan Center of Islamic and Occidental Studies (CIOS). Ia juga pernah memimpin Majalah ISLAMIA yang diterbitkan INSISTS.

Sebagai pengajar, ia menjabat Rektor dan Guru Besar Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Hamid juga menjadi Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI).

Hamid menamatkan pendidikan menengahnya di Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor dan S1 di Institut Studi Islam Darussalam (ISID) di pondok yang sama.

Pendidikan S2 (M.A.Ed) dalam bidang Pendidikan diperoleh di the University of Punjab, Lahore, Pakistan (1986). Kemudian pendidikan S2 (M.Phil) dalam Studi Islam diselesaikan di University of Birmingham United Kingdom (1998).

Sedangkan studi S3 (PhD) bidang Pemikiran Islam diselesaikan di International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) Malaysia pada 2006. Pada 6 Ramadhan 1427 H/29 September 2006, Hamid berhasil mempertahankan disertasinya berjudul ‘Al-Ghazali’s Concept of Causality’ di hadapan para penguji yaitu Prof. Dr. Osman Bakar, Prof. Dr. Ibrahim Zein, Prof. Dr. Torlah, dan Prof. Dr. Alparslan Acikgence, penguji eksternal dari Turki, yang memuji kajian Hamid terhadap teori kausalitas al-Ghazali pada kajian sejarah pemikiran Islam. Sebab, pendekatan Hamid terhadap konsep kausalitas al Ghazali telah menjelaskan sesuatu yang selama ini telah dilewatkan oleh kebanyakan pengkaji al-Ghazali.

Sejak 2003, ia aktif melakukan workshop pemikiran Islam yang berupaya bersikap kritis terhadap program liberalisasi pemikiran Islam. Sikapnya ini tercermin dari tulisannya di berbagai media masa.

Ia mencoba mengkritik sesuatu yang diapresiasi orang, dan mengapresiasi konsep-konsep tradisional Islam yang selama ini dilupakan orang. Banyak yang marah dan protes pada tulisannya, tapi masih lebih banyak yang menyukainya.

Murid langsung Prof. Dr. Syed Mohammad Naquib al-Attas ini pernah menjadi wakil umat Islam Indonesia dalam simposium tentang masa depan politik Islam di JIIA Tokyo (2008). Juga menjadi anggota delegasi RI (Kemenlu) dalam program Public Diplomacy Campaign ke Negara Austria (2010). Pada 2011, ia menjadi anggota tim perumus Piagam Kuwait untuk proyek “Orientalis sebagai Jembatan Peradaban”, Kementerian Waqaf dan Urusan Umat Islam, Kuwait.

Dalam bidang pendidikan ia adalah salah satu anggota dari tujuh Advisory Panel for International Academy of Islamic Education (IAME) yang berpusat di Malaysia (sejak 2010).

Ia banyak melakukan lawatan ke berbagai negara Eropa dan Asia dalam program dakwah, seminar, studi banding dan sebagainya.

Hamid dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Filsafat Islam Universitas Darussalam Gontor pada Sabtu, 12 Februari 2022.

Hamid resmi dilantik sebagai guru besar bidang Ilmu Filsafat Islam, berdasarkan pada Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 126313/ MPK/ KP/ 2020, yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Anwar Marim. Profesor Hamid merupakan guru besar kedua UNIDA Gontor.

Dalam Pidato pengukuhannya, Prof. Hamid membawakan pidato ilmiah bejudul “New Framework for Study of Islamic Philosophy”. Menurut dia sangat salah jika filsafat Islam dibangun oleh filasafat dan pemikiran-pemikiran Yunani. Padahal, sejak Islam diturunkan pada abad ke-7, fondasi intelektual Islam sudah mulai dibentuk dengan mengacu pada Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Menurut Hamid, melalui kedua sumber tersebut umat Islam diajarkan bagaimana cara berfikir secara filosofis. Bahkan, pada saat itu para intelektual muslim secara kreatif berhasil membangun dan menciptakan disiplin-disiplin ilmu seperti Ilmu Fiqh, Hadits, Kalam, Tafsir, Tasawuf dan lain-lain. Puncaknya, perkembangan pesat kegiatan ilmiah berhasil dibangun selama masa Umayyah dan Abbasiyah oleh para intelektual muslim. Bahkan, ide-ide dan karya-karya mereka banyak diterjemahkan dan diadopsi oleh barat, yang dianggap maju saat ini khususnya dalam hal pemikiran.

Dalam pidatonya, Hamid menegaskan bahwa filsafat Islam tidak secara langsung dibangun atas bantuan pemikiran Yunani dan bukan berasal dari Yunani. Para filsuf muslim tidak serta-merta menerima ide-ide dari luar Islam dengan hanya menerjemahkan, tetapi mereka melakukan upaya kritik, menyaring, bahkan menolak pemahaman tersebut, dan membangun sebuah perbedaan, menyempurnakan, dan membentuk kembali konsep untuk merumuskan bangunan filsafat mereka sendiri yang sesuai dengan pandangan Islam. Itulah yang disebutnya sebagai bentuk islamisasi ilmu pengetahuan.

Dalam kesimpulannya ia menegaskan, filsafat Yunani bukanlah asal-mula filsafat Islam. Tetapi filsafat Islam adalah karya filsafat yang didorong oleh pemahamannya tentang wahyu yang memproyeksikan pandangan dunia Islam. Selanjutnya, filsafat Islam berkembang menjadi tradisi keilmuan Islam dan diperkaya oleh teori dan metodologi Yunani melalui proses apropriasi.[]

⇒ Berita Suara Muslim, bisa kunjungi dan follow di ⇒ GOOGLE NEWS

You Might Also Like

Sidiq, Kisah Membangun Bisnis Travel RZ Tour di Bogor

Ustadz Oni Sahroni Raih BAZNAS Award sebagai Ulama Pendukung Zakat

Apa Aktivitas Keseharian Dr. Zakir Naik Saat di Rumah?

Dr. Zakir Naik: Dari Dokter Umum Menjadi Dokter Jiwa Umat Islam

Prof. KH Asrorun Ni’am Sholeh Raih Penghargaan An Extraordinary Person in Youth Elshinta 2025

TAGGED:ajaran islamalumni gontorgenerasi muslimHamid Fahmy Zarkasyiinspirasi muslimkeluarga muslimmedia islammuslim indonesiamuslim moderatsuara muslimtokoh perbukuan
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article NU dan Muhammadiyah Dianugerahi Penghargaan Zayed Award 2024
Next Article Zubair Bin Awwam, Sosok Sahabat Nabi yang Ahli Pedang dalam Peperangan
Leave a review

Leave a review Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please select a rating!

Sosmed Suara Muslim

FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
TelegramFollow
Google NewsFollow

Jasa Blogroll

Kami menyediakan Jasa Blogroll yang berisi tautan website di sidebar. Klik Hubungi Kami:

  • Suara Muslim
  • Suara Pesantren
  • Suara Masjid
  • Seputar Halal.
  • Info Kuliner
  • Cara Sehat
  • Destinasi Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Promo UKM
  • Warta Regional
  • Surabaya Kota
  • Berita Santai
  • Dunia Pengamanan
  • Info Bekasi
  • Berita Kamera
  • Dunia Kampus
  • Market
  • Bisnis
Ad imageAd image

Latest News

Dirjen Pesantren Basnang Dorong UIB Buka Prodi Manajemen Pesantren
Nasional 20/10/2026
transplantasi rambut
Hukum Transplantasi Rambut menurut Islam: Antara Mengobati Kebotakan dan Mengubah Ciptaan Allah
Kesehatan 08/10/2026
lppom papua
LPPOM Provinsi Papua Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Halal
Nasional 26/09/2026
mui papua
MUI Pusat akan Selenggarakan Monev 2026 di MUI Provinsi Papua
Nasional 16/09/2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman
Nasional 06/09/2026
tk islam malang
Mengenal PAUD dan TK Islam di Malang sebagai Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini
Akademia 05/09/2026
Suara MuslimSuara Muslim
Follow US
©2024 Suara Muslim | Media Islam Inspirasi Keluarga Muslim
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?