Sign In
Suara MuslimSuara MuslimSuara Muslim
Notification Show More
Font ResizerAa
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Reading: Zubair Bin Awwam, Sosok Sahabat Nabi yang Ahli Pedang dalam Peperangan
Share
Suara MuslimSuara Muslim
Font ResizerAa
  • Web Syndication
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • About Us
  • Contact
Search
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise with us
  • Newsletters
  • Deal
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Suara Muslim > Blog > MUSLIM STORY > Kisah Sahabat > Zubair Bin Awwam, Sosok Sahabat Nabi yang Ahli Pedang dalam Peperangan
Kisah Sahabat

Zubair Bin Awwam, Sosok Sahabat Nabi yang Ahli Pedang dalam Peperangan

Last updated: 11/02/2024 07:19
Redaksi
Share
4 Min Read
SHARE

SUARA MUSLIM | Jakarta–Sosok Zubair bin Awwam adalah satu dari sahabat Rasulullah yang mendapatkan jaminan masuk surga. Bahkan kelak, Zubair dan Thalhah akan menjadi tetangga Rasulullah di surga. Kedua nama ini selalu disebut Nabi ketika Rasulullah mempersaudarakan para sahabatnya di Makkah sebelum hijrah. Seperti sabda Nabi, “Thalhah dan Zubair adalah tetanggaku di surga.”

Zubair dan Thalhah masih kerabat Rasulullah. Thalhah masih keturunan kakek buyut Rasulullah yang bernama Murrah bin Ka’ab, sedangkan Zubair masih keturunan kakek buyut Rasulullah yang bernama Qusai bin Kilab. Shafiyah ibunya Zubair, sekaligus sebagai bibi Rasulullah.

Zubair termasuk sahabat Nabi sosok muda yang masuk Islam di masa-masa awal, karena ia termasuk tujuh orang pertama yang masuk Islam, dan sebagai perintis perjuangan di rumah Arqam. Usianya waktu itu baru 15 tahun. Ia telah diberi hidayah Allah saat masih remaja.

Keahlian yang nampak sejak anak-anak, Zubair adalah sosok keberanian dalam menunggang kuda. Bahkan, ahli sejarah menyebutkan bahwa pedang pertama yang dihunuskan untuk membela Islam adalah pedang Zubair bin Awwam.

Suatu hari, ketika masa awal, jumlah umat Islam sedikit dan masih bermarkas di rumah Arqam, terdengar berita bahwa Rasulullah terbunuh. Kontan saja, Zubair menghunus pedang lalu berkeliling kota Makkah untuk mencari kebenaran kabar berita terbunuhnya Nabi. Seandainya berita itu benar, ia bertekad menggunakan pedangnya untuk memenggal semua kepala orang-orang kafir Quraisy.

Zubair termasuk satu di antara sahabat Rasul yang ikut merasakan pedihnya siksaan dari kaum Quraish. Meskipun ia seorang bangsawan terpandang, namun ia tetap pada keyakinan aqidah yang dibawa Nabi Muhammad. Ironisnya, orang yang disuruh menyiksanya adalah pamannya sendiri. Pamannya pernah mengikat dan membungkusnya dengan tikar lalu diasapi hingga kesulitan bernapas. Saat itulah sang paman membujuk Zubair, “Larilah dari Tuhan Muhammad, akan kubebaskan kamu dari siksa ini.” Namun Zubair menolak tawaran sang paman.

Zubair ikut selalu menemani gerakan Nabi. Ia juga hijrah ke Habasyah dua kali. Kemudian ia kembali, untuk mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah, hingga tidak satu pun peperangan yang tidak ia ikuti.

Ia percaya diri dengan kemampuannya di medan perang dan itulah kelebihannya. Meskipun pasukannya berjumlah ratusan ribu prajurit, namun ia seakan-akan sendirian di arena pertempuran. Seakan-akan dia sendiri yang memikul tanggung jawab perang. Keteguhan hati di medan perang dan kecerdasannya dalam mengatur siasat perang adalah keistimewaannya.

Rasulullah sangat sayang kepada Zubair. Beliau bahkan pernah menyatakan kebanggaannya atas perjuangan Zubair. “Setiap nabi mempunyai pembela dan pembelaku adalah Zubair bin Awwam.”

Bukan karena sebagai saudara sepupu dan suami dari Asma binti Abu Bakar yang bergelar “Dzatun Niqatain” (memiliki dua selendang), melainkan karena pengabdiannya yang luar biasa dalam syiar Islam.

Zubair meninggal dunia dalam sebuah peperangan akibat fitnah tentang pembunuh Usman bin Afan. Peperangan disusupi oleh orang-orang yang mengadu domba. Saat terjadi perselisihan antara sahabat tersebut, dua ahli surga, yaitu Thalhah bin Ubaidillah dan Zubair bin Awwam berada di pihak yang berseberangan dengan Ali bin Abi Thalib. Kedua orang sahabat Nabi ini, bertolak dari Mekah menuju Bashrah di Irak untuk menuntut ditegakkannya hukum atas para pembunuh Utsman. Peristiwa itu terjadi para tahun 36 H, puncaknya, terjadi Perang Jamal.

Saat perang terjadi, Ali bin Abi Thalib menyadarkan Zubair dan Thalhah dari kejamnya fitnah. Lalu Zubair tidak memerangi Ali. Setelah pergi dari perang fitnah itu, akhirnya saat sedang shalat, Zubair wafat dibunuh oleh seorang penghianat yang bernama Amr bin Jurmuz.

Zubair bin Awwam wafat pada bulan Rabiul Awal tahun 36 H. Saat itu berusia 66 atau 67 tahun. Ia dibunuh oleh seorang yang bernama Amr bin Jurmuz. Kabar wafatnya Zubair membawa duka yang mendalam bagi amirul mukminin Ali bin Abi Thalib. []

⇒ Berita Suara Muslim, bisa kunjungi dan follow di ⇒ GOOGLE NEWS

You Might Also Like

Inilah 5 Sifat Istri yang Bisa Menghambat Rezeki Keluarga

Inilah Tiga Kesalahan Besar Suami terhadap Istrinya

Kemenag dan Majelis Hukama Sinergi Syiar Ramadan bersama Dai Al-Azhar Asy-Syarif

MUI Rilis 10 Tausiyah Sambut Ramadhan 1445 H, Simak Isinya

Gelar Tarhib Ramadhan di Masjid Istiqlal, MUI Doakan Keselamatan Bangsa

TAGGED:ajaran islamgenerasi musliminspirasi muslimkeluarga muslimmedia islammuslim indonesiamuslim moderatsahabat nabisuara muslimZubair bin Awwam
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article Hamid Fahmy Zarkasyi, Filsuf Muslim Indonesia Lahir dari Pondok Gontor
Next Article Kenali 4 Hal ini Meraih Berkah dalam Membina Keluarga Pecinta al-Qur’an
Leave a review

Leave a review Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please select a rating!

Sosmed Suara Muslim

FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
TelegramFollow
Google NewsFollow

Jasa Blogroll

Kami menyediakan Jasa Blogroll yang berisi tautan website di sidebar. Klik Hubungi Kami:

  • Suara Muslim
  • Suara Pesantren
  • Suara Masjid
  • Seputar Halal.
  • Info Kuliner
  • Cara Sehat
  • Destinasi Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Promo UKM
  • Warta Regional
  • Surabaya Kota
  • Berita Santai
  • Dunia Pengamanan
  • Info Bekasi
  • Berita Kamera
  • Dunia Kampus
  • Market
  • Bisnis
Ad imageAd image

Latest News

transplantasi rambut
Hukum Transplantasi Rambut menurut Islam: Antara Mengobati Kebotakan dan Mengubah Ciptaan Allah
Kesehatan 08/10/2026
lppom papua
LPPOM Provinsi Papua Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Halal
Nasional 26/09/2026
mui papua
MUI Pusat akan Selenggarakan Monev 2026 di MUI Provinsi Papua
Nasional 16/09/2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman
Nasional 06/09/2026
tk islam malang
Mengenal PAUD dan TK Islam di Malang sebagai Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini
Akademia 05/09/2026
pramuka PUI
Kapolri Dukung Pramuka PUI Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Nasional 04/09/2026
Suara MuslimSuara Muslim
Follow US
©2024 Suara Muslim | Media Islam Inspirasi Keluarga Muslim
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?