Sign In
Suara MuslimSuara MuslimSuara Muslim
Notification Show More
Font ResizerAa
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Reading: Abuya Dimyati Ulama Banten yang Waktunya untuk Ilmu dan Dakwah
Share
Suara MuslimSuara Muslim
Font ResizerAa
  • Web Syndication
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • About Us
  • Contact
Search
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise with us
  • Newsletters
  • Deal
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Suara Muslim > Blog > MUSLIM STORY > Ulama Nusantara > Abuya Dimyati Ulama Banten yang Waktunya untuk Ilmu dan Dakwah
Ulama Nusantara

Abuya Dimyati Ulama Banten yang Waktunya untuk Ilmu dan Dakwah

Last updated: 26/02/2024 11:55
Redaksi
Share
4 Min Read
KH. Muhammad Dimyati
KH. Muhammad Dimyati
SHARE

SUARA MUSLIM | KH. Muhammad Dimyati bin Syaikh Muhammad Amin alBantani atau dikenal dengan nama Abuya Dimyati atau sering disebut Mbah Dim di kalangan masyarakat Jawa. Ia dikenal sebagai alim yang kharismatik. Muridnya berjumlah ribuan dan tersebar di luar negeri. Hidupnya didedikasikan untuk ilmu dan dakwah.

Mbah Dim lahir sekitar tahun 1925 dari pasangan H. Amin dan Hj Ruqayah. Sejak kecil, Abuya Dimyati menunjukkan kecerdasan dan ketakwaannya. Ia belajar dari satu pesantren ke pesantren lainnya, menjelajahi Pulau Jawa hingga Pulau Lombok untuk menyelesaikan belajarnya.

Popularitas Mbah Dim setara dengan Abuya Busthomi (Cisantri) dan Kiai Munfasir (Cihomas). Mbah Dim merupakan sosok yang selalu menjadi sorotan karena ingin “lebih sedikit waktu” berinteraksi dengan makhluk agar lebih banyak menghabiskan waktu mengaji dan berdakwah.

Abuya Dimyati juga terkenal sebagai guru salah satu pesantren dan penganjur ajaran Ahlusunah Wal Jama’ah. Pondoknya di Cidahu, Pandeglang, Banten tak pernah sepi dari tamu dan pencari informasi.

Masyarakat Banten menjulukinya sebagai pakunya wilayah Banten semasa hidupnya. Abuya Dimyati dikenal sebagai ilmuwan yang berkompeten. Tidak hanya mengajarkan ilmu syariah tetapi juga menjalani kehidupan dengan pendekatan tasawuf. Abuya dikenal sebagai pengikut tarekat Naqsbandiyyah Qodiriyyah.

Semasa hidupnya, pesantren tidak pernah sepi dari pengajian. Mbah Dim bahkan mempunyai majelis khusus yang disebut Majelis Seng. Julukannya diberikan karena setiap dinding di dalam tanah sebagian besar terbuat dari seng.

Di tempat ini Abuya Dimyati juga menerima tamu-tamu penting seperti pejabat pemerintah dan pejabat senior pemerintah. Majelis seng ini kemudian digunakan untuk pengajian sehari-hari sejak kebakaran hingga wafatnya.

Semasa hidup, Abuya belajar kepada ulama-ulama di wilayah Tanah Jawa. Diantaranya adalah Abuya Abdul Chalim, Abuya Muqri Abdul Chamid, Mama Achmad Bakri (Mama Sempur), Mbah Dalhar Watucongol, Mbah Nawawi Jejeran Jogja, Mbah Khozin Bendo Pare, Mbah Baidlowi Lasem, Mbah Rukyat Kaliwungu dan masih banyak lagi yang lainnya. Semua gurunya berasal dari Syech Nawawi Al-Bantani.

Karena pentingnya mengaji dan mengkaji Al-Qur’an, Mbah Dim kerap menyampaikan dan mengingatkan kita: “Jangan sampai ngaji ditinggalkan karena kesibukan lain atau karena umur”. Pesan ini sering diulang-ulang, seolah-olah Mbah Dim ingin memberikan tekanan khusus; Jangan tinggalkan ngaji meski dunia runtuh ribuan kali!

Mbah Dim dikenal sebagai salah satu orang yang sangat teguh pada keyakinannya. Sedemikian rupa hingga ia dipenjara pada masa Orde Baru. Pada tahun 1977, Abuya difitnah dan dipenjarakan. Pasalnya, Abuya memiliki prinsip yang sangat berbeda dengan pemerintah dalam menyelenggarakan pemilu saat itu.

Abuya dituduh melakukan penghasutan dan kegiatan anti-pemerintah. Abuya dijatuhi hukuman enam bulan penjara. Namun empat bulan kemudian, Abuya dibebaskan dari penjara.

Abuya Dimyati menulis beberapa buku. Diantaranya adalah Minhajul Ishthifa. Isi buku ini menguraikan tentang Hizib Nashri dan Hizib Ikhfa. Disusun pada bulan Rajab H 1379/1959 M.

Kemudian kitab Ashlul Qodr yang membahas tentang keistimewaan para Sahabat Perang Badar. Ditulis pula kitab Roshnul Qodr yang menjelaskan tentang hizib Nashr. Rochbul Qoir I dan II juga mempunyai kandungan yang sama yaitu penjelasan hizib Nashr.

Selanjutnya kitab Bahjatul Qolaid, Nadzam Tijanud Darori. Kemudian kitab tentang tarekat yang berjudul Al Hadiyyatul Jalaliyyah didalamnya membahas tentang tarekat Syadziliyyah.

Pada malam Jumat, 3 Oktober 2003 M/07 Sya’ban 1424 H, sekitar pukul 03:00 wib umat Islam kehilangan salah seorang ulama kharismatik, KH. Muhammad Dimyati bin KH. Muhammad Amin Al-Bantani, di Cidahu Pandeglang, Banten dalam usia 78 tahun. []

.

⇒ Berita Suara Muslim, bisa kunjungi dan follow di ⇒ GOOGLE NEWS

You Might Also Like

Persamaan Irfani Muhammadiyah dan Thariqah NU

Syaikh Abdul Ghani al-Bimawi Guru para Ulama di Nusantara

Mengenang KH Moh. Tidjani Djauhari, Sang Mutiara Madura yang Mendunia

Perjuangan Habib Saggaf Bangun Pesantren al-Ashriyyah Nurul Iman Gratis di Parung

Ajengan Ruhiat, Kembangkan Pesantren Cipasung dan Ditahan 4 Kali oleh Penjajah

TAGGED:abuya dimyatimbah dimulama bantenulama nusantara
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article Sejak 2013, DMI Revitalisasi Akustik Sound di 80.640 Masjid di Indonesia
Next Article dewan masjid indonesia HM Jusuf Kalla Kembali Terpilih sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia
Leave a review

Leave a review Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please select a rating!

Sosmed Suara Muslim

FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
TelegramFollow
Google NewsFollow

Jasa Blogroll

Kami menyediakan Jasa Blogroll yang berisi tautan website di sidebar. Klik Hubungi Kami:

  • Suara Muslim
  • Suara Pesantren
  • Suara Masjid
  • Seputar Halal.
  • Info Kuliner
  • Cara Sehat
  • Destinasi Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Promo UKM
  • Warta Regional
  • Surabaya Kota
  • Berita Santai
  • Dunia Pengamanan
  • Info Bekasi
  • Berita Kamera
  • Dunia Kampus
  • Market
  • Bisnis
Ad imageAd image

Latest News

Dirjen Pesantren Basnang Dorong UIB Buka Prodi Manajemen Pesantren
Nasional 20/10/2026
transplantasi rambut
Hukum Transplantasi Rambut menurut Islam: Antara Mengobati Kebotakan dan Mengubah Ciptaan Allah
Kesehatan 08/10/2026
lppom papua
LPPOM Provinsi Papua Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Halal
Nasional 26/09/2026
mui papua
MUI Pusat akan Selenggarakan Monev 2026 di MUI Provinsi Papua
Nasional 16/09/2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman
Nasional 06/09/2026
tk islam malang
Mengenal PAUD dan TK Islam di Malang sebagai Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini
Akademia 05/09/2026
Suara MuslimSuara Muslim
Follow US
©2024 Suara Muslim | Media Islam Inspirasi Keluarga Muslim
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?