Sign In
Suara MuslimSuara MuslimSuara Muslim
Notification Show More
Font ResizerAa
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Reading: Persamaan Irfani Muhammadiyah dan Thariqah NU
Share
Suara MuslimSuara Muslim
Font ResizerAa
  • Web Syndication
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • About Us
  • Contact
Search
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise with us
  • Newsletters
  • Deal
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Suara Muslim > Blog > MUSLIM STUDY > Hikmah > Persamaan Irfani Muhammadiyah dan Thariqah NU
Hikmah

Persamaan Irfani Muhammadiyah dan Thariqah NU

Dr. KH. Ikhwan Hadiyyin, MM, (Pimpinan Ma'had Pesantren Modern Darel Azhar di Rangkasbitung, Lebak, Banten)

Last updated: 22/01/2026 09:54
Redaksi
Share
5 Min Read
SHARE
Suaramuslim.id | Dalam khazanah keislaman di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) kerap dipersepsikan berada pada jalur yang sedikit berbeda. Muhammadiyah dikenal dengan semangat tajdid, pencerahan, dan rasionalitas, sementara NU identik dengan tradisi pesantren, thariqah, dan tasawuf.
Namun, jika ditelisik lebih dalam—pada lapisan paling esensial—keduanya sesungguhnya bertemu dalam satu bingkai yang sama, yakni spiritualitas Islam. Sebuah dimensi batin yang berakar kuat pada Al-Qur’an dan Sunnah, serta berorientasi pada penyucian jiwa dan kemuliaan akhlak.
Landasan Qur’ani Spiritualitas
Al-Qur’an menegaskan bahwa inti keberagamaan tidak berhenti pada aspek lahiriah semata, tetapi menembus wilayah batin:
⁠قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya.”
(QS. asy-Syams: 9)
Ayat ini menjadi fondasi seluruh praktik tasawuf dan spiritualitas Islam. Baik irfani Muhammadiyah maupun thariqah NU sama-sama bergerak dalam kerangka tazkiyatun nafs, meskipun melalui pendekatan dan ekspresi yang berbeda.
Irfani dalam Muhammadiyah
Spiritualitas Muhammadiyah tidak diekspresikan melalui struktur thariqah formal, melainkan melalui akhlak amal usaha dan kesalehan sosial. Prinsip ini selaras dengan firman Allah SWT:
⁠إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat ihsan.”
(QS. an-Nahl: 128)
Nilai ihsan ini menemukan manifestasi nyatanya dalam teologi amal Muhammadiyah, sebagaimana ditegaskan secara sangat kuat dalam Surah al-Mā‘ūn:
⁠أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ ۝ فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ ۝ وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ ۝ فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ ۝ الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ۝ الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ ۝ وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ
“ Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka celakalah orang-orang yang shalat, (yaitu) mereka yang lalai dari shalatnya, yang berbuat riya, dan enggan memberikan bantuan.”
(QS. al-Mā‘ūn: 1–7)
Di sinilah letak irfani Muhammadiyah: tasawuf praksis—lepas dari simbol, tetapi hidup dalam amal usaha nyata dan keberpihakan sosial. Sebagaimana dawuh KH. Ahmad Dahlan:
“Hidupilah Muhammadiyah, dan jangan hidup dari Muhammadiyah.”
Thariqah dalam NU
NU memelihara spiritualitas melalui thariqah mu‘tabarah yang berlandaskan sanad dan adab. Praktik dzikir dan wirid berpijak pada perintah Allah SWT:
⁠يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
“Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang banyak.”
(QS. al-Ahzab: 41)
Allah juga menegaskan ketenangan batin sebagai buah dzikir:
⁠أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS. ar-Ra‘d: 28)
Namun, thariqah NU tidak berhenti pada pengalaman dan tataran batin individual saja. Ia melahirkan akhlakul karimah, khidmah sosial yang luas, dan tanggung jawab kesatuan umat dan kebangsaan. Hal ini sejalan dengan
firman Allah
QS. Āli ‘Imrān 103
⁠وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا ۚ وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Artinya:
⁠“Dan berpegangteguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai. Dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuh-musuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.”
Juga sabda Rasulullah saw
⁠إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلَاقِ
“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
(HR. Ahmad)
Hadits ini menjadi titik temu utama antara irfani Muhammadiyah dan thariqah NU. Keduanya sama-sama menolak tasawuf yang menjauh dari syariat Islam dan realitas kondisi umat.
Prinsip keseimbangan lahir dan batin ditegaskan pula dalam hadits ihsan:
⁠“Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya…”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Titik Temu Substantif: Satu Bingkai.
Dengan demikian, persamaan irfani Muhammadiyah dan thariqah NU terletak pada:
1.⁠ ⁠Tauhid sebagai fondasi spiritual
2.⁠ ⁠Ihsan sebagai orientasi hidup
3.⁠ ⁠Akhlak sebagai buah spiritualitas
4.⁠ ⁠Kesalehan personal yang berdampak sosial
5.⁠ ⁠Penolakan terhadap tasawuf yang kosong dari tanggung jawab umat
Perbedaan di antara keduanya bersifat metodologis dan kultural, bukan teologis.
Ihtitam
Irfani Muhammadiyah dan thariqah NU sejatinya adalah dua wajah dari satu mata uang, atau komponen anggota  tubuh bagian kanan dan bagian  kiri dengan satu ruh yang sama: Islam yang hidup di hati, bergerak dalam amal, dan berbuah pada peradaban. Keduanya membuktikan bahwa spiritualitas sejati tidak memisahkan syariat dan hakikat, melainkan menyatukannya dalam jalan lurus yang diridhai Allah SWT. Wallāhu A‘lam bissawâb.
DA, 21 Januari 2026

⇒ Berita Suara Muslim, bisa kunjungi dan follow di ⇒ GOOGLE NEWS

You Might Also Like

Amalan Sunnah di Bulan Dzulqa’dah, Apa Saja?

Doa Akhir Bulan Syawal dan Amalan yang Dianjurkan

Kiat Menjaga Amalan di Bulan Suci Ramadhan Tetap Berpahala

Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun, Semoga Selalu Berkah

Apa Saja Peristiwa Penting dan Bersejarah di Bulan Muharram

TAGGED:Dr. KH. Ikhwan HadiyyinLebakMMPondok Pesantren Modern Darel Azhar di Rangkasbitungulama banten
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article Kapuskes Kemenhaj Jelaskan Kebijakan Istithaah Kesehatan Haji 2026
Next Article babel rent car Babel Rent Car: Sewa Mobil Belitung Mulai 250 Ribuan

Sosmed Suara Muslim

FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
TelegramFollow
Google NewsFollow

Jasa Blogroll

Kami menyediakan Jasa Blogroll yang berisi tautan website di sidebar. Klik Hubungi Kami:

  • Suara Muslim
  • Suara Pesantren
  • Suara Masjid
  • Seputar Halal.
  • Info Kuliner
  • Cara Sehat
  • Destinasi Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Promo UKM
  • Warta Regional
  • Surabaya Kota
  • Berita Santai
  • Dunia Pengamanan
  • Info Bekasi
  • Berita Kamera
  • Dunia Kampus
  • Market
  • Bisnis
Ad imageAd image

Latest News

transplantasi rambut
Hukum Transplantasi Rambut menurut Islam: Antara Mengobati Kebotakan dan Mengubah Ciptaan Allah
Kesehatan 08/10/2026
lppom papua
LPPOM Provinsi Papua Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Halal
Nasional 26/09/2026
mui papua
MUI Pusat akan Selenggarakan Monev 2026 di MUI Provinsi Papua
Nasional 16/09/2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman
Nasional 06/09/2026
tk islam malang
Mengenal PAUD dan TK Islam di Malang sebagai Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini
Akademia 05/09/2026
pramuka PUI
Kapolri Dukung Pramuka PUI Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Nasional 04/09/2026
Suara MuslimSuara Muslim
Follow US
©2024 Suara Muslim | Media Islam Inspirasi Keluarga Muslim
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?