Sign In
Suara MuslimSuara MuslimSuara Muslim
Notification Show More
Font ResizerAa
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Reading: Muhammad Tarmudi, Berkah dari Bahasa Sukses Bangun Usaha Batu Alam di Tulungagung
Share
Suara MuslimSuara Muslim
Font ResizerAa
  • Web Syndication
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • About Us
  • Contact
Search
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise with us
  • Newsletters
  • Deal
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Suara Muslim > Blog > MUSLIM INSPIRE > Wirausaha > Muhammad Tarmudi, Berkah dari Bahasa Sukses Bangun Usaha Batu Alam di Tulungagung
Wirausaha

Muhammad Tarmudi, Berkah dari Bahasa Sukses Bangun Usaha Batu Alam di Tulungagung

Last updated: 13/02/2024 21:35
Redaksi
Share
8 Min Read
Muhammad Tarmudi-suara muslim
Muhammad Tarmudi owner Tulungagung Stone Mosaics (Doc. istimewa)
SHARE

SUARA MUSLIM | Jakarta–Kamus John M Echoles tak asing lagi bagi pengusaha batu alam ini saat nyantri di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep Madura. Kemanapun ia berada, buku bercover biru dengan tiga blok warna kuning, hijau dan pink ini selalu ia sanding. Dialah Muhammad Tarmudi.

Contents
Berkah dari Bahasa Diutus ke DubaiMerintis Tulungagung Stone Mosaics hingga EksporDi Pesantren Aktif di Bagian Bahasa

Tak disangka, kemampuan berbahasa Inggris selama di pondok mengantarkan dirinya bergelut di bisnis batu alam di Tulungagung dengan bendera usaha bernama TSM (Tulungagung Stone Mosaics).

Perjalanan bisnis lelaki kelahiran Samarinda 18 Mei 1978 dimulai ketika ia menjadi seorang guru di pesantren yang juga memiliki unit usaha perakitan mosaik batu alam. “Saya ngajar bahasa arab dan bahasa inggris di situ. Selain ngajar para santri, sempat juga ngajar bahasa inggris pada para pengusaha juragan mosaik batu alam yang ingin bisa export langsung,” kenangnya.

Melihat tatanan batu alam di rumah para pengusaha batu alam, membuatnya tertarik untuk mengenal lebih jauh tentang mosaik batu alam. Tahun 2006, Tarmudi mulai belajar kepada para pengusaha di Tulungagung.

Muhammad Tarmudi-suara muslim
Muhammad Tarmudi owner Tulungagung Stone Mosaics (Doc. istimewa)

Berkah dari Bahasa Diutus ke Dubai

Suata hari, Kamar Dagang Indonesia pusat akan mengirim satu duta dari tiap daerah ke Matcmaking Bussines Meeting di Dubai dan Jordan 2006 untuk mempromosikan produk daerahnya masing-masing, salah satunya duta marmer dari Tulungagung.

“Karena mungkin waktu itu tidak ada yang siap karena kendala bahasa, Alhamdulillah saya yang ditunjuk untuk berangkat padahal produk knowledge masih minim, yaa bismillah saja,” papar suami dari Sulami ini.

Takjub dan terpesona ketika Tarmudi melihat keindahan batu-batu dari Indonesia, selain unik juga keasliannya masih terjamin dibanding dengan produk batu dari negara-negara yang ikut acara di Dubai dan Jordan.

“Disanalah saya bisa melek, bahwa produk kita ini unik dan benar-benar masih orisinil belum ada yang punya, kalaupun ada waktu itu, karakter dan jenis masih lebih bagus dan unik batu alam punya kita,” kata alumni (Arabic Faculty) Jami’ah Imam Muhammad ibn Sa’ud LIPIA Jakarta.

Sepulang dari Dubai dan Jordan, bapak 4 anak ini semakin memantabkan diri untuk mengembangkan produk batu Tulungagung ke mancanegara. Menurut Tarmudi, para pengrajin bukannya tidak bisa membuat produk unggulan, tapi mereka tidak bisa memasarkan karena terkendala bahasa dan belum melek internet.

Dengan kemampuan bahasa yang pernah ia pelajari di pondok Al-Amien Prenduan, ia berazam dalam hati akan memasarkan produk mosaik batu alam yang ada, agar bisa go internasional. Ia pun mulai kenal dengan Disperindag Tulungagung, dan mengikuti pelatihan ekspor-impor.

“Alhamdulillah jadi tahu banyak tentang expor impor dan dari para nara sumber yang rata-rata adalah praktisi expor impor, kita juga dikasih tahu beberapa link buyer di beberapa negara yang bisa diloby,” katanya bapak dari Dimas El-fatih alumni Gontor yang sekarang kuliah di Al-Azhar Mesir.

Tulungagung Stone Mosaics
Suasan Workshop Tulungagung Stone Mosaics (Doc. istimewa)

Merintis Tulungagung Stone Mosaics hingga Ekspor

Setelah tiga tahun mengenal lebih dekat dengan batu alam Tulungagung, Tarmudi akhirnya nekad untuk membuka usaha sendiri dengan nama Tulungagung Stone Mosaics (TSM) tahun 2009. Dengan modal 10 juta, ia memulai menggelar produknya di dunia online dan offline.

“Waktu itu, dapat pinjaman dari seorang kawan, sebetulnya jauh dari kata cukup untuk memulai usaha batu alam yang biasanya ratusan juta bakan milliaran, tapi waktu itu Alhamdulillah bermodal kepercayaan dari buyer pertama yang bersedia untuk memberi support dana pada order pertama kali yang saya kerjakan, juga kepercayaan dari beberapa mitra supplier yang bersedia untuk dibayar bertahap setelah barang terkirim,” jelasnya.

Saat awal merintis, ia tak memiliki karyawan, karena masih mengandalkan kemitraan. Gudang dan pabrik produksi juga belum punya, hanya untuk quality control dan packing ia turun lansgung agar kualitasnya terjamin. “Angkut-angkut barang ketika trucking juga ikut, waktu itu ketika kirim barang juga saya ikut truck untuk memastikan barang sampai ke tempat tujuan dengan selamat,” ujarnya.

Tarmudi melihat persaingan harga di pasar lokal kurang terkendali, harganya pun tak menentu dan cenderung kurang sehat, ditambah kurang bersatunya para pengrajin. Akhirnya, tahun 2010, ia berinisiatif untuk ekpsor langsung, menjual langsung ke buyer. Pasar pertama ke Florida.  “Waktu itu masih belum bisa penuh full kontainer, masih gabung ke kontainer orang,” kenangnya.

Seiring meningkatnya produksi batu alam untuk mancanegara, kini TSM sudah melayani pasar mancanegara seperti ke USA, Canada, Australia, Fiji, Polandia, Madagaskar, dan India.

Untuk memenuhi pasar tersebut, Tarmudi juga memberdayakan warga sekitar terutama para ibu untuk tenaga perakitan mosaik batu alam ini, “Sebelumnya banyak ibu-ibu yang terpaksa harus ‘lungo’ (pergi-red) ke luar pulau bahkan ke luar negeri untuk menjadi PRT, sekarang Alhamdulillah jauh berkurang,” papar pemilik 60 karyawan ini.

Para buyer luar negeri ternyata sangat tertarik dengan marmer Tulungagung warna putih dan hitam. Meski ia juga menyediakan batu Pebel dari berbagai daerah seperti Sumatra, NTT, NTB, Flores, dan Bali.

Untuk pemasaran selama ini, Tarmudi banyak menggunakan media sosial di internet. Selain itu juga testimoni dari para pelanggan dari mulut ke mulut ternyata juga efektif. Ia juga coba untuk menawarkan ke beberapa desainer dan developer. “Alhamdulillah setiap bulannya TSM bisa memproduksi 3.000 M² per bulan dengan 3 pabrik dan gudang,” jelasnya.

Saat ini Tarmudi ingin mewujudkan mimpinya menjadi pengusaha pribumi muslim di bidang batu alam yang berpengaruh di negeri ini. Pasalnya, pengusaha batu alam saat ini adalah orang asing, bahkan ada beberapa yang sudah berhasil mendirikan pabrik besar di negeri ini, karena selain mereka modal besar, juga punya market sendiri.

“Kalau boleh bermimpi, saya ingin menjadi pengusaha batu alam asli pribumi muslim yang paling kuat dan berpengaruh di negeri ini,” harapnya.

Di Pesantren Aktif di Bagian Bahasa

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak mendatangkan manfaat bagi orang lain,” demikian salah satu wejangan kiai yang selalu Tarmudi ingat saat nyantri di Pondok Al-Amien Prenduan.

Menjalankan bisnis batu alam tak semata mencari profit, lebih dari itu bagaimana bisa lebih banyak bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Nilai-nilai keikhlasan yang pernah diajarkan dalama Panca Jiwa Pondok terus berusaha ia terapkan dalam berbisnis.

“Memang tidak berkaitan secara langsung, tapi nilai-nilai yang ditanamkan dulu ketika di pondok saya rasakan sangat besar pengaruhnya sampai bisa seperti sekarang ini,” kata santri yang pernah menjadi qismul i’lam ini.

Berbisnis bukan semata karena ingin mendapatkan keuntungan dunia, tapi diniatkan untuk mencari ridlo Allah, “Saya ingin adanya TSM menjadi sebab kebaikan, sebab manfaat, sebab jalan rezeqi, dan syukur-syukur jadi sebab hidayah bagi banyak orang,” ujarnya pendiri Yayasan Pendidikan dan Dakwah Al-Islam di Tulungagung ini.

Aplikasi dari semua itu, Tarmudi selalu menyisihkan hasil usahanya untuk membantu anak yatim dan tidak mampu. Saat awal merintis, ia masih mampu membantu untuk 2 anak. Kini jumlah yang dibantu TSM sudah mencapai 30 anak.

“Doakan mudah-mudahan bisa bertambah dan istiqomah,” tutur lelaki yang aktif di komunitas ODOJ (One Day One Juz) di Tulungagung ini.[]

⇒ Berita Suara Muslim, bisa kunjungi dan follow di ⇒ GOOGLE NEWS

You Might Also Like

Puluhan Ribu Jamaah Ikuti Idul Khotmi Tarekat Tijaniyah ke-234 di Pesantren Al-Amien Prenduan

Mengenang KH Moh. Tidjani Djauhari, Sang Mutiara Madura yang Mendunia

Setelah 40 Tahun Berbakti, Universitas Al-Amien Prenduan Diresmikan

Sebanyak 99 Calon Wisudawan Universitas Al-Amien Ikuti Yudisium ke-27

Ajengan Ruhiat, Kembangkan Pesantren Cipasung dan Ditahan 4 Kali oleh Penjajah

TAGGED:al-amien prenduaninspirasi muslimMuhammad Tarmudimuslim inspirepengusaha muslimpengusaha sukses tulungagungtsm batu alamtulungagung stone mosaicx
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article universitas al-qolam malang Beasiswa Santri, NU dan Tahfidz di Universitas Al-Qolam Malang. Yuk Daftar!
Next Article Buya Yahya-Suara Muslim 5 Cara Memilih Pemimpin Menurut Buya Yahya, Jadi Pertimbangan Keluarga saat Pemilu
Leave a review

Leave a review Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please select a rating!

Sosmed Suara Muslim

FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
TelegramFollow
Google NewsFollow

Jasa Blogroll

Kami menyediakan Jasa Blogroll yang berisi tautan website di sidebar. Klik Hubungi Kami:

  • Suara Muslim
  • Suara Pesantren
  • Suara Masjid
  • Seputar Halal.
  • Info Kuliner
  • Cara Sehat
  • Destinasi Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Promo UKM
  • Warta Regional
  • Surabaya Kota
  • Berita Santai
  • Dunia Pengamanan
  • Info Bekasi
  • Berita Kamera
  • Dunia Kampus
  • Market
  • Bisnis
Ad imageAd image

Latest News

transplantasi rambut
Hukum Transplantasi Rambut menurut Islam: Antara Mengobati Kebotakan dan Mengubah Ciptaan Allah
Kesehatan 08/10/2026
lppom papua
LPPOM Provinsi Papua Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Halal
Nasional 26/09/2026
mui papua
MUI Pusat akan Selenggarakan Monev 2026 di MUI Provinsi Papua
Nasional 16/09/2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman
Nasional 06/09/2026
tk islam malang
Mengenal PAUD dan TK Islam di Malang sebagai Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini
Akademia 05/09/2026
pramuka PUI
Kapolri Dukung Pramuka PUI Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Nasional 04/09/2026
Suara MuslimSuara Muslim
Follow US
©2024 Suara Muslim | Media Islam Inspirasi Keluarga Muslim
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?