Sign In
Suara MuslimSuara MuslimSuara Muslim
Notification Show More
Font ResizerAa
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Reading: Masjid Jami Pangkalpinang, Masjid Tertua dan Cagar Budaya di Pangkalpinang
Share
Suara MuslimSuara Muslim
Font ResizerAa
  • Web Syndication
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • About Us
  • Contact
Search
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise with us
  • Newsletters
  • Deal
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Suara Muslim > Blog > MUSLIM TOUR > Pariwisata > Masjid Jami Pangkalpinang, Masjid Tertua dan Cagar Budaya di Pangkalpinang
Pariwisata

Masjid Jami Pangkalpinang, Masjid Tertua dan Cagar Budaya di Pangkalpinang

Last updated: 07/02/2024 14:48
Redaksi
Share
5 Min Read
Foto doc. wonderful.pangkalpinangkota.go.id
SHARE

SUARA MUSLIM | Pangkalpinang–Salah satu ikon religi yang sekaligus sebagai cagar budaya di Kota Pangkalpinang adalah Masjid Jamik. Masjid ini merupakan masjid tertua sekaligus terbesar di Kota Pangkalpinang.

Masjid yang terletak di Jalan Masjid Jamik Kota Pangkalpinang dibangun  pada tanggal 3 Syawal 1355 H atau bertempatan dengan 18 Desember 1936 H hal ini dibuktikan dari tulisan di meja putih terbuat dari marmer yang ada di sisi barat pekarangan depan masjid.

Masjid ini memiliki luas sekitar 900 meter persegi dan dapat menampung jamaah sekitar 2000 orang serta dibangun di atas lahan seluas 5.662 meter persegi. Luasnya area masjid ini menjadikan masjid ini kerap dikunjungi jamaah untuk beribadah.

Salah satu keunikan masjid ini adalah tangga depan yang berbentuk setengah lingkaran dengan atapnya dihiasi oleh tiang penyangga ukuran kecil  berjumlah 5 tiang, ini diartikan sebagai Rukun Islam dan antara tembok depan dengan atapnya dihiasi oleh tiang penyangga kecil sebanyak 6 buah 3 sebelah kanan dan 3 sebelah kiri dapat diartikan Rukun Iman.

Memiliki empat tiang utama sesuai jumlah Khalifaturrasyidin, lima pintu masuk 3 di depan dan 1 di samping kiri dan 1 kanan serta terdiri atas 3 undakan atau tingkatan dengan satu kubah dan empat menara.

Awal didirikan, masjid ini berupa bangunan semi permanen berdinding kayu dan lantai semen. Masjid tersebut dibangun oleh warga Kampung Dalam dan Kampung Tengah Tuatunu yang baru masuk ke wilayah Pangkalpinang.

Bangunannya terdiri dari 3 lantai, dengan lantai dasar digunakan sebagai tempat salat dan pengajian, lantai kedua atau tengah digunakan untuk menyimpan kitab kuning, buku-buku agama, tikar dan perlengkapan masjid lainnya. Sedangkan lantai tertinggi difungsikan sebagai menara tempat muazin mengumandangkan azan.

Masjid Jami` Lama dapat menampung kira-kira 600 jamaah. Mengingat bahwa masjid ini merupakan kebanggaan masyarakat Pangkalpinang dan Bangka dan memiliki pengaruh yang luas. Oleh karenanya, maka pada tahun 1932, beberapa tokoh Islam saat itu memunculkan keinginan untuk melakukan perbaikan.

Untuk maksud itulah dibentuk Komite DAM yang diketuai oleh Saleh Hasyim, seorang panitera, dan dibantu oleh beberapa orang pembantu lainnya. Istilah DAM memiliki makna bahwa perluasan area masjid dilakukan dengan memasang cerucuk dan membuat dam di Sungai Rangkui yang pada saat itu terletak tepat di belakang Masjid Jami` Lama.

Perkiraan peneliti, aktivitas perbaikan ini berlangsung hingga tahun, peresmiannya ditandai dengan pembuatan prasasti batu marmer putih yang saat ini masih ada di pekarangan masjid. Batu marmer putih inilah yang diyakini sebagai tanda atau penunjuk berdirinya Masjid jami Pangkalpinang.

Pada pada bulan April 1950, KH. Mas`ud Nur (Penghulu Pangkalpinang) dan H. M Mustafa (sebagai panitera) ditunjuk sebagai Panitia DAM untuk melanjutkan perbaikan yang sempat terhenti lama.  Dengan modal dana sejumlah Rp 5.000, Panitia DAM mampu mengedam sungai dengan batu kuning.

Minggu tanggal 12 November 1950, dilakukanlah musyawarah di Masjid Jami` Lama dengan mengundang alim ulama, tokoh-tokoh masyarakat, pengusaha-pengusaha, dan pejabat pemerintah yang ada di Pangkalpinang untuk merancang kebutuhan biaya merenovasi masjid. Bahkan, Wakil Presiden saat itu, Drs. Moh. Hatta juga ikut menyumbang dana Rp.1.000. Renovasi masjid ini selesai pada tahun 1954 dan baru diresmikan kembali pada tahun 1961.

Ketua panitia, KH. Mas’ud Nur beberapa bulan setelah peresmian masjid, yang tepatnya tanggal 10 November 1961, pada hari Jumat menjelang Subuh yang saat itu bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November berpulang ke Rahmatullah dengan tenang pada usia 51 tahun.

Masjid dengan arsitektur unik dengan empat tiang penyanggah yang terdapat di dalam masjid semakin menambah keindahan masjid. Dengan halaman yang cukup luas, pada musim haji, biasanya masjid ini digunakan pejabat untuk melepas para jamaah haji. Keindahan masjid ini semakin lengkap dengan ditempatkannya satu bedug terbesar yang ada di Pangkalpinang. Bedug ini merupakan sumbangan Mantan Kapolda Babel, Brigjen Polisi Erwin TPL Tobing yang saat masih berpangkat Komisaris Besar Polisi. []

 

 

⇒ Berita Suara Muslim, bisa kunjungi dan follow di ⇒ GOOGLE NEWS

You Might Also Like

Priyadi Bentangkan Merah Putih di Kapal Milford Sound Cruise Peringati HUT ke-81 RI di New Zealand

Babel Rent Car: Sewa Mobil Belitung Mulai 250 Ribuan

Typical Minimum Stay Requirements for Bali Monthly Villas

Choosing a Private Room in Singapore

Menyusuri Jejak Diaspora Indonesia di Masjid Istiqlal Osaka Jepang

TAGGED:masjid cagar budayamasjid jami pangkalpinangmasjid tuawisata muslim
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article Salahuddin Wahid Salahuddin Wahid, Sosok yang Senang Membaca dan Produktif Menulis
Next Article Ada Wisata Edukasi Religi di Boyolali. Apa Saja Isinya?
Leave a review

Leave a review Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please select a rating!

Sosmed Suara Muslim

FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
TelegramFollow
Google NewsFollow

Jasa Blogroll

Kami menyediakan Jasa Blogroll yang berisi tautan website di sidebar. Klik Hubungi Kami:

  • Suara Muslim
  • Suara Pesantren
  • Suara Masjid
  • Seputar Halal.
  • Info Kuliner
  • Cara Sehat
  • Destinasi Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Promo UKM
  • Warta Regional
  • Surabaya Kota
  • Berita Santai
  • Dunia Pengamanan
  • Info Bekasi
  • Berita Kamera
  • Dunia Kampus
  • Market
  • Bisnis
Ad imageAd image

Latest News

transplantasi rambut
Hukum Transplantasi Rambut menurut Islam: Antara Mengobati Kebotakan dan Mengubah Ciptaan Allah
Kesehatan 08/10/2026
lppom papua
LPPOM Provinsi Papua Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Halal
Nasional 26/09/2026
mui papua
MUI Pusat akan Selenggarakan Monev 2026 di MUI Provinsi Papua
Nasional 16/09/2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman
Nasional 06/09/2026
tk islam malang
Mengenal PAUD dan TK Islam di Malang sebagai Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini
Akademia 05/09/2026
pramuka PUI
Kapolri Dukung Pramuka PUI Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Nasional 04/09/2026
Suara MuslimSuara Muslim
Follow US
©2024 Suara Muslim | Media Islam Inspirasi Keluarga Muslim
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?