Sign In
Suara MuslimSuara MuslimSuara Muslim
Notification Show More
Font ResizerAa
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Reading: Bagaimana Sebaiknya Muslim Menonton Drama Korea?
Share
Suara MuslimSuara Muslim
Font ResizerAa
  • Web Syndication
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • About Us
  • Contact
Search
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise with us
  • Newsletters
  • Deal
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Suara Muslim > Blog > MUSLIM FAMILY > Keluarga > Bagaimana Sebaiknya Muslim Menonton Drama Korea?
Keluarga

Bagaimana Sebaiknya Muslim Menonton Drama Korea?

Bagaimana Sebaiknya Muslim Menonton Drama Korea? Drama Korea atau drakor memang telah menjelma menjadi hiburan favorit lintas usia

Last updated: 28/07/2025 22:25
Redaksi
Share
6 Min Read
Bagaimana Sebaiknya Muslim Menonton Drama Korea
SHARE

SUARAMUSLIM.ID | Bagaimana Sebaiknya Muslim Menonton Drama Korea? Drama Korea atau drakor memang telah menjelma menjadi hiburan favorit lintas usia, termasuk kalangan Muslim dari generasi milenial hingga Gen Z.

Contents
Pandangan Islam tentang Menonton Drama Korea secara Umum1. Hukum Asal: Boleh (Mubah) dengan Batasan2. Potensi Menjadi Makruh atau Haram3. Nasihat dan Sikap Bijak dari Ulama4. Islam Tidak Melarang Hiburan, Tapi…Tips Muslim Menikmati Drakor Tanpa Melalaikan Ibadah1. Jadwalkan Waktu Menonton2. Prioritaskan Ibadah, Baru Tontonan3. Pilih Drama yang Bermuatan Positif4. Jangan Jadikan Tontonan Sebagai PelarianNonton Sambil Jaga Silaturahmi? Bisa Banget!Muslim Cerdas, Tontonan Terjaga

Cerita yang menyentuh, sinematografi apik, dan karakter yang relatable membuat banyak orang terhibur sekaligus terbawa emosi. Tapi, sebagai Muslim yang ingin tetap menjaga nilai-nilai Islam, penting untuk menonton dengan cara yang bijak dan tidak berlebihan.

Lantas, bagaimana sebenarnya pandangan Islam tentang menonton drama Korea? Apakah boleh? Bagaimana caranya agar tetap seimbang antara hiburan dan ibadah?

Pandangan Islam tentang Menonton Drama Korea secara Umum

1. Hukum Asal: Boleh (Mubah) dengan Batasan

Menonton drama Korea (drakor) pada dasarnya termasuk aktivitas yang mubah atau boleh dalam Islam, selama tidak mengandung unsur yang dilarang syariat. Aktivitas ini dipandang sebagai hiburan yang sifatnya netral—boleh dilakukan, asalkan tidak membawa mudarat atau melalaikan dari kewajiban agama.

2. Bisa Menjadi Haram Jika…

Meskipun hukumnya mubah, menonton drakor bisa berubah menjadi haram jika:

  • Membuat lalai dari ibadah wajib seperti shalat, mengaji, atau kewajiban lain sebagai Muslim.

  • Mengandung unsur maksiat, seperti adegan vulgar, romantis berlebihan, atau menampilkan aurat yang dapat membangkitkan syahwat dan menimbulkan dosa zina mata atau hati.

  • Membawa pada perilaku negatif, misalnya meniru gaya hidup yang bertentangan dengan nilai Islam, atau menimbulkan prasangka buruk (suudzon) terhadap orang lain.

  • Menjadi kecanduan sehingga menghabiskan waktu secara sia-sia dan menjauhkan dari mengingat Allah

2. Potensi Menjadi Makruh atau Haram

Namun, seperti hal lain dalam hidup, hukum bisa berubah tergantung konteks dan akibatnya. Menonton drakor bisa berubah menjadi makruh bahkan haram jika:

  • Melalaikan ibadah, seperti meninggalkan salat karena keasyikan menonton.
  • Mengandung adegan vulgar, pacaran, atau budaya yang bertentangan dengan akidah dan akhlak Islam.
  • Menimbulkan kecanduan, hingga menghabiskan waktu berjam-jam tanpa manfaat.
  • Mengidolakan aktor/aktris secara berlebihan, bahkan meniru gaya hidup yang bertentangan dengan syariat.

3. Nasihat dan Sikap Bijak dari Ulama

Ulama-ulama besar juga memberikan nasihat penting terkait hiburan yang kita konsumsi:

  • Ustadz Abdul Somad menyarankan agar umat Islam memilih tontonan yang bermanfaat dan tidak membuat lalai dari ibadah. Apa yang sering ditonton bisa mempengaruhi hati dan sikap seseorang.
  • Ustadz Adi Hidayat menegaskan, menonton drakor tidak dilarang secara langsung, namun menjadi haram jika melalaikan kewajiban atau mengandung unsur yang diharamkan dalam Islami.

4. Islam Tidak Melarang Hiburan, Tapi…

Islam tidak melarang hiburan seperti menonton drama Korea, selama tidak melanggar batasan syariat dan tidak membuat seseorang lalai. Disarankan untuk:

  • Memilih tontonan yang bebas dari unsur maksiat atau nilai negatif.
  • Mengatur waktu menonton agar tidak mengganggu ibadah dan kewajiban utama.
  • Menjadikan hiburan sebagai selingan, bukan kebutuhan harian atau pelarian dari kenyataan.

Bagaimana Sebaiknya Muslim Menonton Drama Korea

Tips Muslim Menikmati Drakor Tanpa Melalaikan Ibadah

Menonton drakor bisa jadi aktivitas yang menyenangkan dan menyegarkan, asal tahu batasnya. Berikut beberapa tips agar nonton tetap berkah:

1. Jadwalkan Waktu Menonton

Alih-alih menonton secara acak dan berlebihan, atur waktu khusus untuk menonton. Misalnya, hanya di malam hari setelah semua kewajiban selesai, atau di akhir pekan sebagai bentuk hiburan sehat.

Gunakan timer atau alarm untuk membantu mengontrol waktu. Jangan sampai niatnya nonton satu episode, ujung-ujungnya tamat satu musim.

2. Prioritaskan Ibadah, Baru Tontonan

Kalau waktu salat tiba, pause dulu dramanya, tunaikan salat, baru lanjut lagi. Dengan cara ini, Anda melatih diri untuk tidak mengorbankan yang wajib demi yang hiburan.

Selain itu, bisa juga memulai tontonan dengan berzikir atau doa singkat, agar hati tetap terhubung dengan Allah meskipun sedang bersantai.

3. Pilih Drama yang Bermuatan Positif

Pilih drama yang memiliki nilai-nilai positif, seperti:

  • Kisah perjuangan hidup (slice of life).
  • Inspirasi kerja keras.
  • Hubungan keluarga yang hangat.
  • Drama medis atau hukum yang mendidik.

Beberapa drama yang relatif aman untuk ditonton antara lain Hospital Playlist, Reply 1988, dan Move to Heaven. Pastikan menghindari konten vulgar atau berlebihan dalam percintaan.

4. Jangan Jadikan Tontonan Sebagai Pelarian

Hati-hati jika Anda merasa terus-menerus ingin menonton karena stres, bosan, atau ingin melupakan masalah. Itu tanda Anda mulai menjadikan drama sebagai pelarian, bukan sekadar hiburan. Lebih baik cari solusi dari masalah melalui doa, curhat kepada orang terpercaya, atau memperbanyak ibadah.

Nonton Sambil Jaga Silaturahmi? Bisa Banget!

Kalau Anda suka nobar alias nonton bareng dengan teman, itu bisa jadi cara mempererat silaturahmi. Tapi pastikan tetap menjaga adab Islam:

  • Hindari campur baur laki-laki dan perempuan non-mahram.
  • Pilih tempat yang tidak mengganggu orang lain.
  • Tetap salat berjamaah saat waktu tiba.
  • Sajikan makanan halal dan secukupnya, jangan berlebihan.

Muslim Cerdas, Tontonan Terjaga

Menonton drama Korea bukan hal yang tabu bagi Muslim. Tapi cara menontonnya lah yang menentukan apakah itu berkah atau malah jadi mudarat. Jangan sampai karena drama, kita kehilangan waktu untuk hal-hal yang lebih penting.

Muslim yang cerdas adalah mereka yang bisa menyeimbangkan antara dunia dan akhirat, antara hiburan dan ibadah. Jadi, nikmati drakor-mu, tapi tetap jaga salatmu. Jadikan waktu menonton sebagai sarana penyegar jiwa, bukan pelarian dari tanggung jawab.

“Hiburan boleh saja, tapi jangan sampai menenggelamkan iman dan akhlak.”

Semoga artikel ini bisa menjadi panduan buat kamu yang suka drakor, agar tetap bisa menikmati cerita-cerita indah dari Korea, tanpa kehilangan arah sebagai Muslim yang beriman dan bertanggung jawab.[]

⇒ Berita Suara Muslim, bisa kunjungi dan follow di ⇒ GOOGLE NEWS

You Might Also Like

Tunangan atau Khitbah Bukan Jalan Menuju Halalnya Pergaulan

Keluarga dalam Membentuk dan Memperbaiki Mindset Individu

Mengapa Umat Muslim Wajib Berzakat? Ini 8 Alasannya

Pesan dari Salafus Shalih tentang Pernikahan

Kenapa Ngaji Sering Kalah oleh Kasur dan Layar Ponsel?

TAGGED:drama koreatontonan edukasi
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article haji furoda tragis Regulasi Haji Sendiri-Sendiri, Furoda yang Tragis
Next Article Kenapa Ngaji Sering Kalah oleh Kasur dan Layar Ponsel Kenapa Ngaji Sering Kalah oleh Kasur dan Layar Ponsel?

Sosmed Suara Muslim

FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
TelegramFollow
Google NewsFollow

Jasa Blogroll

Kami menyediakan Jasa Blogroll yang berisi tautan website di sidebar. Klik Hubungi Kami:

  • Suara Muslim
  • Suara Pesantren
  • Suara Masjid
  • Seputar Halal.
  • Info Kuliner
  • Cara Sehat
  • Destinasi Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Promo UKM
  • Warta Regional
  • Surabaya Kota
  • Berita Santai
  • Dunia Pengamanan
  • Info Bekasi
  • Berita Kamera
  • Dunia Kampus
  • Market
  • Bisnis
Ad imageAd image

Latest News

transplantasi rambut
Hukum Transplantasi Rambut menurut Islam: Antara Mengobati Kebotakan dan Mengubah Ciptaan Allah
Kesehatan 08/10/2026
lppom papua
LPPOM Provinsi Papua Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Halal
Nasional 26/09/2026
mui papua
MUI Pusat akan Selenggarakan Monev 2026 di MUI Provinsi Papua
Nasional 16/09/2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman
Nasional 06/09/2026
tk islam malang
Mengenal PAUD dan TK Islam di Malang sebagai Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini
Akademia 05/09/2026
pramuka PUI
Kapolri Dukung Pramuka PUI Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Nasional 04/09/2026
Suara MuslimSuara Muslim
Follow US
©2024 Suara Muslim | Media Islam Inspirasi Keluarga Muslim
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?