SUARAMUSLIM.ID | Bagaimana Sebaiknya Muslim Menonton Drama Korea? Drama Korea atau drakor memang telah menjelma menjadi hiburan favorit lintas usia, termasuk kalangan Muslim dari generasi milenial hingga Gen Z.
Cerita yang menyentuh, sinematografi apik, dan karakter yang relatable membuat banyak orang terhibur sekaligus terbawa emosi. Tapi, sebagai Muslim yang ingin tetap menjaga nilai-nilai Islam, penting untuk menonton dengan cara yang bijak dan tidak berlebihan.
Lantas, bagaimana sebenarnya pandangan Islam tentang menonton drama Korea? Apakah boleh? Bagaimana caranya agar tetap seimbang antara hiburan dan ibadah?
Pandangan Islam tentang Menonton Drama Korea secara Umum
1. Hukum Asal: Boleh (Mubah) dengan Batasan
Menonton drama Korea (drakor) pada dasarnya termasuk aktivitas yang mubah atau boleh dalam Islam, selama tidak mengandung unsur yang dilarang syariat. Aktivitas ini dipandang sebagai hiburan yang sifatnya netral—boleh dilakukan, asalkan tidak membawa mudarat atau melalaikan dari kewajiban agama.
2. Bisa Menjadi Haram Jika…
Meskipun hukumnya mubah, menonton drakor bisa berubah menjadi haram jika:
-
Membuat lalai dari ibadah wajib seperti shalat, mengaji, atau kewajiban lain sebagai Muslim.
-
Mengandung unsur maksiat, seperti adegan vulgar, romantis berlebihan, atau menampilkan aurat yang dapat membangkitkan syahwat dan menimbulkan dosa zina mata atau hati.
-
Membawa pada perilaku negatif, misalnya meniru gaya hidup yang bertentangan dengan nilai Islam, atau menimbulkan prasangka buruk (suudzon) terhadap orang lain.
-
Menjadi kecanduan sehingga menghabiskan waktu secara sia-sia dan menjauhkan dari mengingat Allah
2. Potensi Menjadi Makruh atau Haram
Namun, seperti hal lain dalam hidup, hukum bisa berubah tergantung konteks dan akibatnya. Menonton drakor bisa berubah menjadi makruh bahkan haram jika:
- Melalaikan ibadah, seperti meninggalkan salat karena keasyikan menonton.
- Mengandung adegan vulgar, pacaran, atau budaya yang bertentangan dengan akidah dan akhlak Islam.
- Menimbulkan kecanduan, hingga menghabiskan waktu berjam-jam tanpa manfaat.
- Mengidolakan aktor/aktris secara berlebihan, bahkan meniru gaya hidup yang bertentangan dengan syariat.
3. Nasihat dan Sikap Bijak dari Ulama
Ulama-ulama besar juga memberikan nasihat penting terkait hiburan yang kita konsumsi:
- Ustadz Abdul Somad menyarankan agar umat Islam memilih tontonan yang bermanfaat dan tidak membuat lalai dari ibadah. Apa yang sering ditonton bisa mempengaruhi hati dan sikap seseorang.
- Ustadz Adi Hidayat menegaskan, menonton drakor tidak dilarang secara langsung, namun menjadi haram jika melalaikan kewajiban atau mengandung unsur yang diharamkan dalam Islami.
4. Islam Tidak Melarang Hiburan, Tapi…
Islam tidak melarang hiburan seperti menonton drama Korea, selama tidak melanggar batasan syariat dan tidak membuat seseorang lalai. Disarankan untuk:
- Memilih tontonan yang bebas dari unsur maksiat atau nilai negatif.
- Mengatur waktu menonton agar tidak mengganggu ibadah dan kewajiban utama.
- Menjadikan hiburan sebagai selingan, bukan kebutuhan harian atau pelarian dari kenyataan.
Tips Muslim Menikmati Drakor Tanpa Melalaikan Ibadah
Menonton drakor bisa jadi aktivitas yang menyenangkan dan menyegarkan, asal tahu batasnya. Berikut beberapa tips agar nonton tetap berkah:
1. Jadwalkan Waktu Menonton
Alih-alih menonton secara acak dan berlebihan, atur waktu khusus untuk menonton. Misalnya, hanya di malam hari setelah semua kewajiban selesai, atau di akhir pekan sebagai bentuk hiburan sehat.
Gunakan timer atau alarm untuk membantu mengontrol waktu. Jangan sampai niatnya nonton satu episode, ujung-ujungnya tamat satu musim.
2. Prioritaskan Ibadah, Baru Tontonan
Kalau waktu salat tiba, pause dulu dramanya, tunaikan salat, baru lanjut lagi. Dengan cara ini, Anda melatih diri untuk tidak mengorbankan yang wajib demi yang hiburan.
Selain itu, bisa juga memulai tontonan dengan berzikir atau doa singkat, agar hati tetap terhubung dengan Allah meskipun sedang bersantai.
3. Pilih Drama yang Bermuatan Positif
Pilih drama yang memiliki nilai-nilai positif, seperti:
- Kisah perjuangan hidup (slice of life).
- Inspirasi kerja keras.
- Hubungan keluarga yang hangat.
- Drama medis atau hukum yang mendidik.
Beberapa drama yang relatif aman untuk ditonton antara lain Hospital Playlist, Reply 1988, dan Move to Heaven. Pastikan menghindari konten vulgar atau berlebihan dalam percintaan.
4. Jangan Jadikan Tontonan Sebagai Pelarian
Hati-hati jika Anda merasa terus-menerus ingin menonton karena stres, bosan, atau ingin melupakan masalah. Itu tanda Anda mulai menjadikan drama sebagai pelarian, bukan sekadar hiburan. Lebih baik cari solusi dari masalah melalui doa, curhat kepada orang terpercaya, atau memperbanyak ibadah.
Nonton Sambil Jaga Silaturahmi? Bisa Banget!
Kalau Anda suka nobar alias nonton bareng dengan teman, itu bisa jadi cara mempererat silaturahmi. Tapi pastikan tetap menjaga adab Islam:
- Hindari campur baur laki-laki dan perempuan non-mahram.
- Pilih tempat yang tidak mengganggu orang lain.
- Tetap salat berjamaah saat waktu tiba.
- Sajikan makanan halal dan secukupnya, jangan berlebihan.
Muslim Cerdas, Tontonan Terjaga
Menonton drama Korea bukan hal yang tabu bagi Muslim. Tapi cara menontonnya lah yang menentukan apakah itu berkah atau malah jadi mudarat. Jangan sampai karena drama, kita kehilangan waktu untuk hal-hal yang lebih penting.
Muslim yang cerdas adalah mereka yang bisa menyeimbangkan antara dunia dan akhirat, antara hiburan dan ibadah. Jadi, nikmati drakor-mu, tapi tetap jaga salatmu. Jadikan waktu menonton sebagai sarana penyegar jiwa, bukan pelarian dari tanggung jawab.
“Hiburan boleh saja, tapi jangan sampai menenggelamkan iman dan akhlak.”
Semoga artikel ini bisa menjadi panduan buat kamu yang suka drakor, agar tetap bisa menikmati cerita-cerita indah dari Korea, tanpa kehilangan arah sebagai Muslim yang beriman dan bertanggung jawab.[]


