SUARA MUSLIM | Batam–Puluhan ribu warga Batam menggelar demonstrasi untuk mendukung Palestina pada tahun 2024. Aksi damai yang diorganisir oleh aktivis dakwah Kota Batam ini bertujuan untuk menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap penderitaan yang dialami oleh warga Palestina akibat penindasan yang dilakukan oleh Zionis.
Acara berlangsung di Alun-alun Engku Putri Batam Center pada hari Ahad (8/9), dimulai sejak pukul 04.30 WIB dengan shalat subuh berjamaah, dan berlanjut hingga menjelang waktu dzuhur sekitar pukul 12.00 WIB.
Sebelum berkumpul di Alun-alun, para peserta yang berasal dari berbagai elemen masyarakat, termasuk paguyuban, organisasi, dan aktivis, serta kelompok Forsil PKM (Forum Silaturahmi – Penggerak Kemakmuran Masjid), bersatu di kawasan Masjid Agung Batam untuk melaksanakan long march. Rute panjang ini melintasi jalan-jalan utama di luar Alun-alun, berakhir di bundaran BP Batam, dan kembali ke lapangan Alun-alun Engku Putri.

Selama long march, panitia menyiapkan pengeras suara yang dipasang di sebuah mobil, memfasilitasi penyampaian orasi dan pesan-pesan kemanusiaan. Terlihat juga para peserta membawa replika jenazah yang dibungkus kain kafan, sebagai simbol protes terhadap kekerasan yang dialami oleh warga Palestina.
Keramaian aksi dukungan bagi Palestina ini menarik perhatian para pengunjung yang sedang jogging di sekitar jalan Batam Center, serta wisatawan dari Malaysia dan Singapura yang berada di pelabuhan feri internasional Batam Center, mengingat long march melewati jalur utama tersebut.
Terlihat juga petugas dari kepolisian Polresta Barelang mengatur lalu lintas di setiap persimpangan dan bundaran demi kelancaran arus lalu lintas.
Aksi berjalan damai dan khitmat dengan beberapa orasi yang disampaikan oleh para tokoh agama dan ulama Kota Batam. Di isi juga dengan hiburan seperti rapper, puisi dan sajak.
Ketua Panitia Ferdinan Setiawan mengatakan, aksi akbar masyarakat Batam bersama Palestina 2024 ini adalah murni dari masyarakat yang peduli sesama manusia, tidak memandang agama, suku atau ras lainnya.
“Ini semua dukungan dari masyarakat Batam, terkait biaya dan lain sebagainya. Kita menggalang dana dan mengumpulkannya mulai dari sepuluh ribu hingga ratusan,” ungkap Ferdinan saat menyampaikan laporan panitia dari atas panggung.
Dirinya bersama para aktivis lainnya berharap aksi ini adalah yang terakhir dilakukan, karena mengingat penderitaan warga Palestina yang selalu tertindas hingga kini, dapatlah bebas dan merdeka sehingga seluruh dunia tidak lagi melakukan aksi apapun karena Palestina benar-benar sudah terbebas dari Zionis.
Panitia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Batam yang peduli dan berdonasi untuk membantu warga Palestina yang sedang kesusahan.
“Kami sampaikan terima kasih yang tidak terhingga kepada masyarakat Batam yang mendukung acara Aksi akbar ini, semoga bantuan ini bermanfaat bagi saudara-saudara kita di Palestina,” pungkasnya.
Aksi akbar masyarakat Batam bersama Palestina 2024 ini menampilkan orasi pamungkas yang disampaikan oleh Muhammad Husein Gaza yang hadir langsung dari tanah Gaza Palestina.
Husein mengatakan bahwa setiap menit bahkan hitungan detik tidak terbilang jumlahnya rakyat Palestina, termasuk anak-anak yang gugur syahid dihantam bombardir oleh Zionis Israel.
Husein yang telah menetap di Gaza selama 12 tahun ini sangat tau kondisi warga Palestina dan selalu mengajak warga Indonesia untuk membantu dengan doa dan donasi, agar dapat meringankan penderitaan warga Palestina yang sedang susah payah untuk bertahan hidup.
“Ini bukan tentang politik, ini masalah eksistensi, kita harus bangun dan merasakan bagaimana perjuangan rakyat Palestina berjuang untuk mempertahankan agama dan tanah para nabi di sana,” kata Husein mengutip pidato syahidin Ismail Haniyeh.
Panitia juga memberi kesempatan kepada masyarakat Batam yang ikut aksi untuk bertanya langsung kepada Muhammad Husein Gaza, bagaimana sebenarnya yang terjadi di negeri Palestina saat ini.
Husein mangatakan, Baitul Maqdis adalah tempat suci umat Islam, maka dari itu Husein meminta kepada umat Islam agar menjaga tempat suci yang pernah disabdakan Rasulullah SAW.
“Jika Baitul Maqdis ini hancur, jika negeri Palestina hancur dan dikuasai Israel, maka pertahanan umat Islam seluruh dunia juga akan hancur,” pungkas Husein yang juga selalu berdakwah di media sosial ini.[]

