SUARAMSULIM.ID | Jakarta–Dalam suasana penuh khidmat, Masjid Cut Meutia, Menteng, menjadi saksi digelarnya acara peringatan Isra Mi’raj yang diprakarsai oleh Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA) pada Minggu (27/1). Acara yang bertajuk “RICMA Bersholawat” ini merupakan kolaborasi apik antara RICMA dan Majelis Taklim Nurul Mustofa.
Ketua Umum RICMA, Muhammad Ridho Dafiutomo Dewanto, S.E., B.A., dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini. “Alhamdulillah, hari ini kita dapat berkumpul di Masjid Cut Meutia, masjid yang legendaris di Indonesia, untuk menyambut Isra Mi’raj. Semoga acara ini berjalan lancar, damai, dan memberikan manfaat bagi semua jamaah yang hadir,” ucap Ridho.
Ridho juga menyampaikan apresiasi kepada para pendukung acara, termasuk Habib Ali Uraidi bin Sayyidil Walid Al-Imam Habib Hasan Assegaf dari Majelis Taklim Nurul Mustofa, serta Wakil Ketua Umum Yayasan Masjid Cut Meutia, Dr. H. Wishnu Dewanto, S.H., M.H. Tak lupa, ia memberikan semangat kepada para anggota RICMA yang selalu berperan aktif dalam setiap kegiatan masjid.
Dr. H. Wishnu Dewanto, S.H., M.H., yang mewakili Yayasan Masjid Cut Meutia, dalam sambutannya menekankan pentingnya acara ini sebagai motivasi bagi generasi muda. “Ini merupakan kehormatan bagi kami, Yayasan Masjid Cut Meutia. Kami berharap acara ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda, khususnya remaja Masjid Cut Meutia, untuk terus mensiarkan agama Islam,” ujar Wishnu.
Wishnu juga menyebutkan bahwa RICMA adalah barometer bagi remaja masjid di Jakarta. “Remaja Masjid Cut Meutia harus terus menjadi inspirasi dan contoh bagi remaja masjid lainnya. Semoga acara seperti ini dapat diselenggarakan di tempat lain dan menjadi perekat antarumat Islam, sekaligus memperkuat persaudaraan antaragama. Kami berharap kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” tambahnya.
Dalam ceramahnya, Habib Ali Uraidi mengingatkan jamaah akan pentingnya memanfaatkan bulan Rajab untuk memperbanyak istighfar. “Kita semua adalah pendosa, tapi Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Bulan Rajab ini adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, memohon ampunan, dan memperbaiki hubungan kita dengan Allah,” tegas Habib Ali.
Habib Ali juga menekankan pentingnya berselawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk cinta dan penghormatan. “Lewat sholawat, kita berharap keberkahan dan ampunan dari Allah. Mari jadikan bulan ini sebagai momentum untuk kembali kepada-Nya,” tambahnya.
Rajab, Gerbong Menuju Ramadan
Habib Syauqi bin Haidar Al-Habsy turut memberikan tausiyah yang menginspirasi. Ia menyebut bulan Rajab sebagai salah satu bulan mulia yang menjadi gerbang menuju Ramadan. “Rajab adalah bulan untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadan. Nabi Muhammad SAW pun selalu berdoa agar diberikan keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban serta dipertemukan dengan Ramadan,” ujar Habib Syauqi.
Ia juga memberikan resep untuk mencapai kekhusyukan dalam ibadah. “Belajarlah khusyuk sejak berwudu. Jika wudu dilakukan dengan serius dan penuh kesadaran, maka salat pun akan terasa lebih khusyuk,” jelasnya.
Peringatan Isra Mi’raj Sebagai Wadah Silaturahmi
Acara ini bukan hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga ajang silaturahmi bagi jamaah Masjid Cut Meutia dan masyarakat sekitarnya. Jamaah dari berbagai kalangan hadir untuk mendengarkan ceramah, bersholawat bersama, dan memaknai perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Dalam penutupannya, Muhammad Ridho berharap semangat bulan Rajab dapat terus berlanjut hingga Ramadan. “Mari kita manfaatkan bulan ini sebaik-baiknya, memohon ampunan dan keberkahan dari Allah, serta mempersiapkan diri untuk menyambut Ramadan yang suci,” tutup Ridho.
Masjid Cut Meutia yang terletak di Jalan Taman Cut Mutiah, Menteng, Jakarta Pusat, dikenal sebagai salah satu masjid bersejarah di Indonesia. Dengan arsitektur unik dan nuansa klasik, masjid ini selalu menjadi tempat favorit bagi berbagai kegiatan keagamaan, termasuk peringatan Isra Mikraj.[]

