SUARA MUSLIM | Jakarta–Hari Raya Idul Adha, umat Islam menggelar penyembilihan hewan kurban di hampir setiap masjid dan mushola. Untuk bisa menyembelih dengan baik dan syari’ perlu dibutuhkan pengetahuan, terutama mengenal jenis pisau yang digunakan dalam menyembelih hewan kurban.
Pisau yang tajam, akan memudahkan hewan mati tanpa merasa sakit yang berkepanjangan. Karena itu, Islam mengajarkan agar pisau yang akan digunakan untuk menyembelih harus pisau yang tajam agar hewan tidak tersiksa.
Nah, untuk mengenal pisau yang digunakan dalam penyembelihan kurban, berikut adalah beberapa kriteria dan tips yang perlu diperhatikan dalam mengenal pisau untuk penyembelihan hewan kurban. Simak ulasannya:
1. Ukuran Pisau
Pisau yang digunakan harus sesuai dengan ukuran hewan kurban. Untuk kambing, panjang pisau minimal 20 cm, sedangkan untuk sapi minimal 30 cm. Ukuran ini memastikan pisau cukup panjang untuk memotong tiga saluran pernapasan hewan kurban, yang merupakan syarat sah penyembelihan.
2. Kondisi Tajam:
Pisau yang tajam sangat penting untuk memudahkan proses penyembelihan. Juru sembelih profesional tidak perlu menggorok leher hewan berkali-kali jika pisaunya tajam. Secara ilmiah, pisau yang tajam tidak akan banyak merusak jaringan, sehingga hewan tidak akan merasa tersiksa.
3. Mengenali Metode Mengasah Pisau yang Tepat:
Ada dua metode umum untuk mengasah pisau dengan baik. Metode pertama, mulailah dengan tumit pisau di bagian atas baja dan tarik ke bawah pada sudut 10 hingga 20 derajat. Metode kedua, mulailah dengan tumit pisau di bawah pelindung baja dan tarik ke bawah. Ulangi sebanyak enam kali untuk setiap metode. Pastikan untuk menggunakan baja asah yang berkualitas.
4. Mengenali Batu Asahan yang Tepat:
Batu asahan atau rautan adalah balok bahan abrasif yang digunakan untuk mengasah pisau. Batu asahan terdiri dalam berbagai bentuk, ukuran, dan tingkat kekasaran. Batu yang bermanfaat setidaknya harus memiliki dua sisi dengan kekasaran yang berbeda, yaitu sisi kasar dan sisi halus. Sisi kasar menghilangkan logam dengan menggiling dan membentuk kembali tepian saat sudah terlalu kusam. Sisi pasir halus mengatur tepi dan memolesnya setelah diasah dan diasah.
5. Penyimpanan dan Penggunaan:
Jangan menyimpan pisau di dalam laci atau mencampurnya dengan alat lain. Pisau harus digunakan sendiri dan tidak boleh digunakan untuk tujuan lain. Hal ini memastikan pisau tetap berfungsi dengan baik dan tidak rusak.
6. Tujuan Penyembelihan:
Tujuan penyembelihan harus untuk tujuan yang diridlai Allah SWT, bukan untuk tujuan tumbal atau untuk sajian nenek moyang berhala atau upacara kemusrikan lainnya. Hal ini sesuai dengan hadist Nabi SAW yang mengatakan, “Sesungguhnya Allah SWT mewajibkan melakukan ihsan dalam segala macam hal. Apabila kalian membunuh, maka bunuhlah secara ihsan, dan jika kalian menyembelih, maka sembelihlah secara ihsan” (HR. Muslim).
Dengan memperhatikan kriteria dan tips di atas, juru sembelih dapat memastikan bahwa pisau yang digunakan untuk penyembelihan kurban adalah yang paling tepat dan efektif untuk mengeksekusi hewan kurban. []

