Sign In
Suara MuslimSuara MuslimSuara Muslim
Notification Show More
Font ResizerAa
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Reading: Pesan dari Salafus Shalih tentang Pernikahan
Share
Suara MuslimSuara Muslim
Font ResizerAa
  • Web Syndication
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • About Us
  • Contact
Search
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise with us
  • Newsletters
  • Deal
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Suara Muslim > Blog > MUSLIM FAMILY > Keluarga > Pesan dari Salafus Shalih tentang Pernikahan
Keluarga

Pesan dari Salafus Shalih tentang Pernikahan

Last updated: 03/09/2025 16:47
Redaksi
Share
5 Min Read
buku nikah
dok. jawapos
SHARE

Suaramuslim.ID | Pernikahan merupakan ikatan suci yang terpatri antara 2 insan lawan jenis. Dimana, dalam pandangan agama dan sosial merupakan hal yang sakral serta bersejarah. Maka untuk menghadapinya, bukan hanya tentang saling memiliki rasa ketertarikan semata. Hal tersebut merupakan fitrah, maka fitrah pun bisa melenceng ketika tak ada yang membimbing, ketika salah ambil arah, atau ketika tak berpengetahuan tentang seluk beluknya.

Adakalanya, sering kali teori atau ilmu pernikahan yang ditelusuri, belum sinkron dengan yang dilakukan. Karena belum ada bimbingan secara intens, belum adanya kemauan serta tekad untuk mengikis egois, belum ada teladan yang kita yakini sebagai panutan. Maka Ketika kita ingin melangkah ke arah pernikahan. Bukan hanya sekedar ilmu teori yang kita dalami, bukan hanya financial yang kita getolkan, bukan hanya fisik yang terus dipoles, melainkan butuh hati yang tenang dan lapang. Hati yang sudah bisa memaafkan diri sendiri dan orang-orang terdekat. Ketika hati sudah berdamai dengan diri sendiri, maka ilmu dan nasehatpun akan dengan mudah untuk kita aplikasikan di kehidupan nyata.

Terbukti dari para orang shalih terdahulu, yang sudah selesai dengan dirinya sendiri sebelum ke jenjang pernikahan. Hubungan mereka dengan sang pencipta diprioritaskan, bahkan hubungan baik dengan sanak saudaranya pun menjadi acuan, bahwa mereka siap menghadapi bahtera rumah tangga yang penuh tantangan.

Dikisahkan pada masa Khalifah Umar Bin Khattab, beliau dengan pelayannya sedang berpatroli memantau rakyatnya di tengah malam. Saat Khalifah sedang istirahat sejenak, beliau bersender di salah satu rumah rakyatnya dan mendengar suatu percakapan antara seorang ibu penjual susu dengan putrinya. Ketka itu sang ibu menyuruh putrinya untuk mencampurkan air susu yang akan mereka jual dengan air, supaya keuntungan yang didapat pun berlimpah. Namun, jawaban dari putri tersebut membuat Khalifah terenyuh, “Ibu, Amirul Mukminin melarang kita mencampur susu dengan air. Meskipun Amirul Mukminin tidak melihat kita, tapi Tuhan Amirul mukminin melihat kita.”

Keesokan harinya, Khalifah memanggil anak laki-lakinya yang belum menikah; ‘Ashim. Khalifah memerintahkan ‘Ashim untuk  mencari tahu tentang putri dari penjual susu tersebut dan melamarnya untuk dijadikan istri. Umar berfirasat, “Aku melihat bahwa ia akan mendatangkan keberkahan untukmu suatu saat nanti. Mudah-mudahan ia melahirkan keturunan yang akan menjadi pemimpin umat!”

Terbuktilah ucapan Umar. ‘Ashim dan istrinya pun dikaruniai seorang putri yang bernama Laila. Tatkala beranjak dewasa, Laila dipersunting oleh Abdul Aziz bin Marwan. Lantas, dari pernikahan keduanya, lahirlah Umar bin Abdul Aziz. Kelak, beliau diangkat sebagai khalifah pada masa Bani Umayyah dan sangat terkenal dengan keadilan dan kebijaksanaannya.

Dari kisah tersebut juga mengajarkan kita untuk tetap mengingatkan orangtua dengan penuh sopan santun tanpa meninggikan suara, jika ada perbuatan mereka yang keliru serta melanggar syariat,

Dikisahkan bahwa Umamah binti Al Harits menyampaikan pesan kepada putrinya Ummu Iyas binti Auf bin Mulhin Asy Syaibani tentang kehidupan rumah tangga. Ia pun berkata, “Wahai putriku, sesungguhnya kamu telah melepaskan diri dari rumahmu, dan dari sana kamu akan keluar serta kamu akan menghabiskan hidupmu menuju rumah suamimu yang belum kamu kenal sebelumnya, dan pendamping hidup serta sahabat yang kamu belum terbiasa dengannya. Oleh karena itu, jadilah kamu sebagai pelayannya, maka dia akan menghamba kepadamu. Jagalah sepuluh hal ini, niscaya hal ini akan menjadi simpanan berharga bagimu. Adapun sepuluh hal tersebut adalah:

Pertama dan kedua, taatilah suamimu dengan sikap menerima, mau mendengar, dan melaksanakan arahannya. Ketiga dan keempat, jagalah bagian tubuh yang biasa menjadi fokus pandangan mata dan penciumannya. Kelima dan keenam, jaga dan perhatikan waktu tidur dan makannya. Karena sesungguhnya rasa lapar yang berlebihan akan berpotensi emosi marah seseorang memuncak, begitupun dengan waktu tidur yang terlambat.

Ketujuh dan kedelapan, jagalah harta dan kehormatan beserta keluarganya. Pandailah membelanjakan harta dan mengatur urusan keluarganya. Kesembilan dan kesepuluh, jangan melawan perintahnya (selama tidak  melanggar syariat) dan membuka rahasianya. Kemudian jangan memperlihatkan kesenangan dihadapannya ketika suamimu sedang marah atau berduka, begitupun jangan menunjukkan rasa sedih saat ia sedang gembira.

Seseorang berkata kepada Al Hasan, “ Sesungguhnya aku memiliki seorang putri. Lalu bagaimana pandanganmu jika aku menikahkannya?” Al Hasan menjawab, “Nikahkanlah ia dengan orang yang bertaqwa kepada Allah. Apabila ia mencintainya maka akan memuliakannya, dan jika ia murka kepadanya maka ia tidak akan menganiayanya.” Maka, jadilah dan carilah yang bertaqwa kepada Allah. Dengan itu rumah tangga akan menjadi kokoh serta dipenuhi cahaya keimanan.[inayah]

 

⇒ Berita Suara Muslim, bisa kunjungi dan follow di ⇒ GOOGLE NEWS

You Might Also Like

Tunangan atau Khitbah Bukan Jalan Menuju Halalnya Pergaulan

Keluarga dalam Membentuk dan Memperbaiki Mindset Individu

Mengapa Umat Muslim Wajib Berzakat? Ini 8 Alasannya

Kenapa Ngaji Sering Kalah oleh Kasur dan Layar Ponsel?

Bagaimana Sebaiknya Muslim Menonton Drama Korea?

TAGGED:buku nikahperkawinanpernikahansakral
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article zakat izi Potensi Zakat Menyejahterakan Masyarakat
Next Article Laznas IZI Gelar Upacara HUT RI Laznas IZI Ajak Lanjutkan Perjuangan Pahlawan di HUT Ke-80 RI

Sosmed Suara Muslim

FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
TelegramFollow
Google NewsFollow

Jasa Blogroll

Kami menyediakan Jasa Blogroll yang berisi tautan website di sidebar. Klik Hubungi Kami:

  • Suara Muslim
  • Suara Pesantren
  • Suara Masjid
  • Seputar Halal.
  • Info Kuliner
  • Cara Sehat
  • Destinasi Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Promo UKM
  • Warta Regional
  • Surabaya Kota
  • Berita Santai
  • Dunia Pengamanan
  • Info Bekasi
  • Berita Kamera
  • Dunia Kampus
  • Market
  • Bisnis
Ad imageAd image

Latest News

transplantasi rambut
Hukum Transplantasi Rambut menurut Islam: Antara Mengobati Kebotakan dan Mengubah Ciptaan Allah
Kesehatan 08/10/2026
lppom papua
LPPOM Provinsi Papua Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Halal
Nasional 26/09/2026
mui papua
MUI Pusat akan Selenggarakan Monev 2026 di MUI Provinsi Papua
Nasional 16/09/2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman
Nasional 06/09/2026
tk islam malang
Mengenal PAUD dan TK Islam di Malang sebagai Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini
Akademia 05/09/2026
pramuka PUI
Kapolri Dukung Pramuka PUI Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Nasional 04/09/2026
Suara MuslimSuara Muslim
Follow US
©2024 Suara Muslim | Media Islam Inspirasi Keluarga Muslim
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?