Sign In
Suara MuslimSuara MuslimSuara Muslim
Notification Show More
Font ResizerAa
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Reading: Mengapa Hewan Kurban Dianjurkan Jantan? Ini Penjelasannya
Share
Suara MuslimSuara Muslim
Font ResizerAa
  • Web Syndication
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • About Us
  • Contact
Search
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise with us
  • Newsletters
  • Deal
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Suara Muslim > Blog > MUSLIM STUDY > Al-Qur’an Hadits > Mengapa Hewan Kurban Dianjurkan Jantan? Ini Penjelasannya
Al-Qur’an Hadits

Mengapa Hewan Kurban Dianjurkan Jantan? Ini Penjelasannya

Mengapa hewan kurban dianjurkan jantan? Hari Raya Idul Adha menjadi salah satu momen paling sakral dalam Islam.

Last updated: 28/05/2025 17:44
Redaksi
Share
6 Min Read
Mengapa Hewan Kurban Dianjurkan Jantan Ini Penjelasannya
SHARE

SUARAMUSLIM.ID | Mengapa hewan kurban dianjurkan jantan? Hari Raya Idul Adha menjadi salah satu momen paling sakral dalam Islam. Umat Muslim di seluruh dunia berlomba-lomba menjalankan ibadah kurban sebagai bentuk penghambaan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Contents
Sunnah Nabi SAW: Mengutamakan Hewan Jantan untuk KurbanKenapa Harus Jantan? Karena Lebih Sempurna dan BerkualitasPandangan Fikih: Kurban Betina Tetap Sah, Tapi Jantan Lebih UtamaAspek Simbolik: Jantan sebagai Lambang Kekuatan dan PengorbananFleksibilitas Syariat dan Pertimbangan EkonomiPilihan Terbaik untuk Ibadah yang TerbaikBerkurbanlah dengan Ilmu dan Ketulusan

Hewan ternak seperti kambing, sapi, dan unta dipilih dan disembelih sebagai simbol kepasrahan dan ketaatan. Namun, di tengah semangat ini, pertanyaan yang sering muncul adalah: kenapa hewan kurban sebaiknya jantan? Apakah ini syarat mutlak atau hanya anjuran?

Mari kita telaah bersama pandangan syariat Islam dan hikmah di balik pemilihan hewan jantan sebagai kurban yang disari dari witus resmi Baznas.

Sunnah Nabi SAW: Mengutamakan Hewan Jantan untuk Kurban

Pertama-tama, penting untuk diketahui bahwa pemilihan hewan jantan sebagai kurban tidak datang tanpa dasar. Dalam beberapa riwayat hadits shahih, Rasulullah SAW secara eksplisit mencontohkan penyembelihan hewan jantan.

Salah satu contohnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah, di mana disebutkan bahwa Nabi SAW menyembelih dua domba jantan bertanduk, berwarna putih bercampur hitam, dalam kondisi sehat dan sempurna. Dari teladan inilah para ulama menyimpulkan bahwa hewan jantan lebih utama untuk dijadikan hewan kurban.

Namun, penting digarisbawahi: ini bukan perintah wajib, melainkan anjuran (sunnah). Artinya, hewan betina tetap sah sebagai kurban selama memenuhi syarat sah kurban, namun memilih jantan akan lebih mendekatkan kita pada keteladanan Rasulullah.

Kenapa Harus Jantan? Karena Lebih Sempurna dan Berkualitas

Dalam Islam, segala bentuk ibadah dianjurkan dilakukan dengan kualitas terbaik—termasuk dalam memilih hewan kurban. Di sinilah letak alasan utama mengapa hewan kurban sebaiknya jantan: karena umumnya hewan jantan memiliki postur tubuh yang lebih besar, kuat, dan dagingnya lebih banyak dibanding betina.

Selain itu, hewan jantan biasanya dihargai lebih tinggi, sehingga menyembelihnya menunjukkan pengorbanan yang lebih besar. Ini sejalan dengan semangat kurban yang hakikatnya adalah memberikan sesuatu yang berharga kepada Allah, bukan sekadar formalitas menyembelih hewan.

Lebih jauh lagi, hewan betina memegang peran penting dalam siklus reproduksi. Menyembelih betina, apalagi yang sedang bunting atau dalam masa produktif, bisa berdampak pada populasi ternak secara umum. Maka, dari sudut pandang keberlanjutan dan maslahat, menyembelih hewan jantan menjadi pilihan yang lebih bijak.

Pandangan Fikih: Kurban Betina Tetap Sah, Tapi Jantan Lebih Utama

Pertanyaan yang sering muncul adalah: Apakah sah berkurban dengan hewan betina? Jawabannya: sah.

Mayoritas ulama fikih sepakat bahwa baik hewan jantan maupun betina boleh dijadikan hewan kurban, asalkan memenuhi syarat sah seperti umur cukup, sehat, dan tidak cacat. Hal ini ditegaskan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’, yang menyatakan bahwa kurban dengan hewan betina tidak makruh, namun hewan jantan lebih dianjurkan.

Ini menjadi jawaban atas anggapan keliru di sebagian masyarakat bahwa kurban dengan betina tidak sah. Syariat Islam tidak pernah mempersulit ibadah umatnya. Yang ditekankan adalah kualitas dan kesungguhan dalam beribadah, bukan sekadar jenis kelamin hewan.

Aspek Simbolik: Jantan sebagai Lambang Kekuatan dan Pengorbanan

Pemilihan hewan jantan sebagai kurban tidak hanya berkutat pada aspek praktis atau hukum. Ada pula makna simbolik yang dalam.

Hewan jantan sering diasosiasikan dengan kekuatan, keberanian, dan kepemimpinan—karakteristik yang sangat relevan dengan esensi kurban. Mengorbankan hewan jantan bisa dimaknai sebagai bentuk kesiapan seorang Muslim untuk menyerahkan sesuatu yang kuat dan bernilai demi meraih ridha Allah.

Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang menjadi dasar ibadah kurban juga menggambarkan pengorbanan total. Mereka rela melepaskan sesuatu yang sangat dicintai demi kepatuhan kepada perintah Allah. Maka, menyembelih hewan jantan bisa dilihat sebagai bentuk pengejawantahan dari semangat itu—yakni memberikan yang terbaik, bukan yang sisa.

Fleksibilitas Syariat dan Pertimbangan Ekonomi

Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin—memberi kemudahan dan tidak mempersulit. Oleh karena itu, dalam kondisi tertentu seperti keterbatasan ekonomi atau ketersediaan hewan, berkurban dengan hewan betina tetap diperbolehkan.

Jika hewan jantan sulit ditemukan, atau harganya melampaui kemampuan, maka memilih betina bukanlah sebuah kekurangan. Bahkan, tetap berpahala dan sah sebagai bentuk pelaksanaan syariat.

Namun, bila mampu dan tersedia, memilih hewan jantan tentu lebih dianjurkan karena nilai tambahnya dari sisi spiritual, kualitas, hingga simbol pengorbanan.

Pilihan Terbaik untuk Ibadah yang Terbaik

Jadi, kenapa hewan kurban sebaiknya jantan?

  1. Meneladani Sunnah Nabi SAW yang secara nyata menyembelih hewan jantan saat berkurban.
  2. Kualitas dan kuantitas daging dari hewan jantan umumnya lebih baik dan menunjukkan bentuk pengorbanan yang lebih besar.
  3. Menjaga kelangsungan populasi ternak dengan tidak menyembelih hewan betina yang produktif.
  4. Makna simbolik dari kekuatan dan pengorbanan maksimal yang sejalan dengan semangat Idul Adha.

Namun perlu diingat, ini semua adalah anjuran dan bukan kewajiban mutlak. Hewan betina tetap sah untuk dikurbankan selama memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan syariat.

Berkurbanlah dengan Ilmu dan Ketulusan

Semoga penjelasan ini memberi pemahaman lebih luas kepada umat Islam dalam memaknai ibadah kurban. Jangan hanya fokus pada “apa yang harus dikurbankan”, tapi juga bagaimana dan dengan niat seperti apa kita melakukannya.

Dengan memilih hewan terbaik—baik dari segi kondisi fisik maupun jenis kelamin—kita sedang mempersembahkan yang terbaik untuk Allah. Itu artinya, ibadah kurban kita bukan sekadar sah secara fikih, tetapi juga bernilai tinggi secara spiritual.

Semoga kurban tahun ini menjadi bentuk pengabdian yang utuh, penuh makna, dan mendekatkan kita kepada ridha-Nya.[]

⇒ Berita Suara Muslim, bisa kunjungi dan follow di ⇒ GOOGLE NEWS

You Might Also Like

Bulan Safar Bukan Bulan Sial: Meluruskan Mitos dan Pentingnya Menghargai Waktu  

Benarkah Jin Memiliki Bentuk Fisik?

Bagaimana Hukum Memejamkan Mata ketika Shalat?

Gerhana Bulan 7 September 2025 dan Amalan Sunnah Rasulullah SAW

Sikap Umat Islam Saat Terjadi Gempa: Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

TAGGED:hewan jantankurbanqurbansunnah rasulullah
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article Cara Kredit Handphone Secara Syariah Cara Kredit Handphone Secara Syariah: Bebas Riba dan Amanah
Next Article himpuh dan haji furoda HIMPUH Buka Suara Soal Kisruh Visa Haji Furoda 2025

Sosmed Suara Muslim

FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
TelegramFollow
Google NewsFollow

Jasa Blogroll

Kami menyediakan Jasa Blogroll yang berisi tautan website di sidebar. Klik Hubungi Kami:

  • Suara Muslim
  • Suara Pesantren
  • Suara Masjid
  • Seputar Halal.
  • Info Kuliner
  • Cara Sehat
  • Destinasi Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Promo UKM
  • Warta Regional
  • Surabaya Kota
  • Berita Santai
  • Dunia Pengamanan
  • Info Bekasi
  • Berita Kamera
  • Dunia Kampus
  • Market
  • Bisnis
Ad imageAd image

Latest News

Dirjen Pesantren Basnang Dorong UIB Buka Prodi Manajemen Pesantren
Nasional 20/10/2026
transplantasi rambut
Hukum Transplantasi Rambut menurut Islam: Antara Mengobati Kebotakan dan Mengubah Ciptaan Allah
Kesehatan 08/10/2026
lppom papua
LPPOM Provinsi Papua Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Halal
Nasional 26/09/2026
mui papua
MUI Pusat akan Selenggarakan Monev 2026 di MUI Provinsi Papua
Nasional 16/09/2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman
Nasional 06/09/2026
tk islam malang
Mengenal PAUD dan TK Islam di Malang sebagai Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini
Akademia 05/09/2026
Suara MuslimSuara Muslim
Follow US
©2024 Suara Muslim | Media Islam Inspirasi Keluarga Muslim
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?