SUARA MUSLIM | Jakarta–Tanggal 14 Februari 2024 Indonesia akan menyelenggarakan Pemilu. Pemilihan ini dilakukan untuk memilih pemimpin negara dan daerah. Memilih pemimpin tidak boleh sembarangan karena pemimpin itulah yang akan memimpin kita beberapa tahun ke depan.
Dalam memilih calon pemimpin, banyak aspek yang harus diperhatikan. Kita harus memastikan pemimpin yang kita pilih mampu untuk mengayomi, menegakkan keadilan, dan mewujudkan kesejahteraan rakyatnya.

Lalu bagaimana cara memilih pemimpin yang sesuai dengan ketentuan Islam menurut ulama? Buya Yahya Zainul Ma’arif Jamzuri atau yang akrab disapa Buya Yahya seorang ulama asal Cirebon yang juga Pengasuh Pesantren Al-Bahjah menyatakan ada beberapa tips untuk memilih calon pemimpin seperti disyiarkan dalam youtube Albahjah TV dan dilansir akurat.co. Berikut tipsnya:
1. Orangnya harus baik
Makna baik di sini bukan berarti kita harus memilih seorang ustad untuk menjadi pemimpin. Kita harus memilih orang yang tidak melakukan perbuatan haram seperti penjudi, pemabuk, maupun pezina. Kalau dia ahli maksiat jangan dipilih.
2. Baik kepada manusia
Mempuyai kasih sayang dan bersikap lembut kepada orang lain. Selain itu ia juga baik kepada dirinya sendiri seperti rajin menunaikan ibadah solat sunnah maupun bersedekah pada orang yang membutuhkan.
3. Lihat partai yang mengusungnya
Selain melihat secara pribadi orang yang akan kita pilih, kita juga harus memperhatikan partai apa yang ada di belakang orang tersebut. Karena partai tersebutlah yang akan membuat kebijakan-kebijakan yang akan diterapkan.
4. Bebas dari kepentingan pribadi
Kita harus memilih pemimpin yang tidak memiliki kepentingan pribadi saat ia akan terpilih. Karena jika ia memiliki kepentingan pribadi maka itu termasuk khianat sebab ia mementingkan hawa nafsunya.
5. Memilih sesuai hati nurani sendiri
Kita boleh untuk memilih calon pemimpin sesuai dengan hati nurani kita, namun pemimpin tersebut harus sesuai dengan kriteria di atas. Dan jika pemimpin yang kita pilih tidak sesuai dengan kriteria yang telah disebutkan, kita tidak akan mendapatkan dosa.
Itulah cara memilih pemimpin yang sesuai dengan ketentuan Islam menurut ulama.
Semoga kita bisa memilih pemimpin yang adil dan amanah agar negara kita berada di bawah kepemimpinan yang baik.[]

