Suaramuslim.id | Negosiasi adalah proses dimana orang saling tawar-menawar dalam suatu hal seperti, negosisasi tentang kerja, pembelian, dan lainnya. Menurut Jackman (2005) negosiasi adalah sebuah proses yang terjadi antara dua pihak atau lebih yang pada mulanya memiliki pemikiran berbeda, hingga akhirnya mencapai kesepakatan.
Kerjasama adalah suatu usaha kelompok yang memiliki tujuan yang sama selain itu, kerjasama juga membutuhkan manusia bisa berpikir kreativitas, bisa diajak memecahkan masalah, dan mencari solusi bersama. Oleh karena itu, negosiasi penting sebagai bentuk hubungan kerjasama agar suatu kelompok bisa menumbuhkan kepedulian dengan pendapat, dan mengetahui solusi tanpa adanya musuhan. Tetapi, kerjasama dalam negosiasi mempunyai faktor dengan adanya negosiasi menang-kalah yang menyebabkan negosiasi belum bisa dengan damai.
Akibat negosiasi tidak tercapai adalah konflik yang memiliki pola pikir kompetitif (menang-kalah) dan kurangnya komunikasi antar pihak yang mengakibatkan saling bermusuhan, dan tidak dapat dipercayai dalam hubungan kerjasama. Maka itu, menghindari permusuhan dengan cara negosiasi menang-menang. Dalam tinjauan pustakanya, menyoroti bahwa negosiasi adalah aktivitas untuk menang, tetapi penting untuk memahami apa yang dianggap “menang” oleh kedua belah pihak sebelum memulai negosiasi (Schiffman: 2011).
Negosiasi menang-menang menjadi salah satu solusi sebagai keberhasilan kerjasama yang dimana, pihak harus mengikuti peraturan negosiasi supaya tidak musuhan ataupun saling menjatuhkan sama lain, dan caranya mengubah sifat membenci menjadi kolaborasi, Menurut Dawson (2002) menekankan bahwa kesabaran adalah salah satu sifat penting bagi seorang negosiator yang dimana negosiator bisa mengendalikan emosi, memahami, dan menganalisis penjelasan tanpa pemotong pembicaraan dari lawan.
Selain itu, mendengarkan adalah suatu negosiasi yang membangun kepercayaaan dalam hubungan kerjasama positif yang berarti, negosiasi ini bisa menguntungkan tanpa rasa kekecewaan ataupun konflik. Hanya mendengarkan negosiator sudah bisa menganalisis penjelasan dan memberikan pertanyaan yang terkait supaya kerjasama ini bukan mendengarkan tetapi, negosiator aktif mempertahankan komuikasinya, ikut memecahkan masalah serta, mencari solusi sebagai bentuk kerjasama yang kuat.
Menurut Jackman (2005) negosiasi adalah sebuah proses yang terjadi antara dua pihak atau lebih yang pada mulanya memiliki pemikiran berbeda, hingga akhirnya mencapai kesepakatan. Untuk menyelesaikan masalah dengan cara mengindetifikasi solusi dalam melakukan riset atau mempelajari di sekitarnya, melibatkan para ahli sebagai solusi utamanya agar tidak merugikan beberapa pihak, mencari persetuan dan cari cara untuk menambah nilai negosiasi yang lebih luas supaya solusi menjadi menguntungkan.
Peraturan negosiasi tidak hanya sebagai memahami dan mengendalikan emosi tetapi, negosasi juga mempunyai taktik untuk mencapai keberhasilan dalam kerjasama. Tujuan nya untuk mempermudah anda yang sedang kesulitan menghadapi lawan bicara. Menurut Tracy dan Peterson (1986) menemukan bahwa taktik integrative bargaining (win-win) menujukkan hasil yang lebih berguna dibandingkan dengan distributive bargaining (win-lose). Selain peraturan negosiasi mempunyai beberapa taktik sebagai solusi dalam hubungan kerjasama.
Salah satunya, taktik mencetak negosiasi adalah suatu negosiasi yang dapat mengekspresikan terkejut karena dapat penghargaan dari hasil keberhasilannya. Tujuannya agar bisa mencapai penghargaan oleh orang lain. Seperti, atasan anda memberikan penghargaan kepada anda, dan membuat anda terkejut karena atasan sudah menghargai anda sebagai karyawan.
Taktik negosiasi lewat humor juga bisa sebagai negosiasi untuk menancapai negosiasi menang-menang yang dimana suasana tegang menjadi santai. Tujuan humor ini dapat membangun hubungan kerjasama yang baik, dan menumbuhkan kreativitas menjadi inovasi. Seperti, anda dalam suasana tegang dengan lawan bicara tetapi, anda memiliki kreativitas dengan membuat humor sebagai meredakan suasana tegang menjadi santai dan bisa bicara baik dengan lawan tersebut.
Selain itu, taktik negosiasi cerita sedih adalah cerita yang disampaikan anda dengan sikap dramatis ataupun sedih supaya lawan mengikuti perasaan sedih dan menerima permintaan dari anda. Seperti, anda tidak bisa negosiasi baik maka, anda membuat cerita sedih sehingga lawan dapat menyakikan bahwa anda sedang sedih di situasi ini.
Selanjutnya, tekanan emosional yang dimana situasi anda tidak bisa negosiasi. Maka, gunakan tekanan emosional untuk mencapai keberhasilan dalam negosiasi supaya lawan bicara bisa di bicarakan baik, dan tetap tenang dalam menjelaskanya agar tidak terjadinya kesalahanpaham dengan lawan bicara.
Pemberian batas waktu adalah taktik mengulur waktu ketika negosiasi tidak bisa diputuskan hari ini maka, anda meminta di hari berikutnya atau di jadwalkan kembali. Tujuan strategi ini agar meredakan suasana tegang dan memberikan kesempatan dalam memutuskan suatu hal agar tidak terputusnya hubungan kerjasama.
Untuk negosiasi yang tidak tercapai harus menggunakan taktik meninggalkan karena taktik ini dimana anda sudah kehabisan kesabaran dan tidak menahan emosi lebih lama sebaiknya, anda menggunakan taktik ini karena menunjukkan batas akhir atau keinginan anda agar lawan mengerti dengan perasaan anda.
Dan taktik telepon termasuk taktik negosiasi yang bertujuan untuk komunikasi jarak tanpa pertemuan fisik. Telepon juga bisa menjadi solusi dalam negosiasi menang-menang karena taktik telepon memiliki aturan seperti, mengikuti aturan 70/30 yang artinya 70 persen mendengarkan lalu, 30 persen berbicara dan, jangan terburu-buru dalam memutuskan dalam negosiasi.
Oleh karena itu, negosiasi menang-menang adalah sebagai solusi terbaik dalam bekerjasama dengan tujuannya menciptakan suasan baru kreativitas dan menjadikan negosiasi menang-menang sebagai menyelesaian masalah tanpa adanya musuhan dalam hubungan kerjasama ini.

