Sign In
Suara MuslimSuara MuslimSuara Muslim
Notification Show More
Font ResizerAa
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Reading: Literasi Keuangan Syariah Kesadaran yang Menghasilkan Perubahan Berarti
Share
Suara MuslimSuara Muslim
Font ResizerAa
  • Web Syndication
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • About Us
  • Contact
Search
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise with us
  • Newsletters
  • Deal
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Suara Muslim > Blog > MUSLIM STUDY > Akademia > Literasi Keuangan Syariah Kesadaran yang Menghasilkan Perubahan Berarti
Akademia

Literasi Keuangan Syariah Kesadaran yang Menghasilkan Perubahan Berarti

Oleh: Annisa Putri Nabila (Mahasiswi Institut Agama Islam SEBI)

Last updated: 12/09/2025 20:51
Redaksi
Share
6 Min Read
Annisa Putri Nabila
SHARE

Suaramuslim.ID | Di zaman sekarang, keuangan syariah menjadi pilihan penting di tengah kebutuhan ekonomi yang kompleks. Namun, tanpa pemahaman yang baik, potensi ini belum sepenuhnya terwujud. Memahami dan memanfaatkan produk keuangan berdasarkan prinsip syariah dikenal sebagai literasi keuangan syariah merupakan elemen penting untuk mendorong inklusi, ketahanan finansial, dan perubahan ekonomi yang adil.

Contents
1. Situasi Saat Ini Rendahnya Literasi dan Inklusi2. Upaya dan Inisiatif untuk Meningkatkan Literasi:3. Target Ambisius untuk Masa Depan4. Peran Pemangku Kepentingan dan Inovasi Edukasi di Lapangan5. Tantangan yang Perlu Diatasi6. Literasi Sebagai Pemicu Perubahan dan InklusiKesimpulan

1. Situasi Saat Ini Rendahnya Literasi dan Inklusi

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2024, level literasi keuangan syariah di Indonesia tercatat 39,11 %, sementara inklusi hanya 12,88 %.

Sebagai perbandingan, literasi keuangan umum adalah 65,43 % dan inklusi keuangan 75,02 %.

Data sebelumnya menunjukkan adanya peningkatan dari tingkat literasi syariah yang hanya 9,14 % di tahun 2022. Meski begitu, perbedaan antara literasi syariah dan literasi umum masih cukup besar, yang menunjukkan perlunya peningkatan pendidikan khusus. Selain itu, kelompok pelajar berusia 15-17 tahun menunjukkan tingkat literasi syariah terendah, yakni hanya 25,54 %.

2. Upaya dan Inisiatif untuk Meningkatkan Literasi:

  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) aktif melalui berbagai program literasi
  • GERAK Syariah 2024: Kampanye nasional selama Ramadan yang melibatkan OJK, BI, KNEKS, media, influencer, dan pemuka agama untuk memperkuat literasi serta inklusi keuangan syariah.
  • Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2024: Kompetisi keuangan syariah untuk siswa dan mahasiswa yang diadakan oleh OJK guna menciptakan generasi muda yang memahami keuangan syariah.

Program SICANTIKS (Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah): Pelatihan “training of trainers” untuk perempuan perencana keuangan yang menjadi duta literasi syariah, dengan tujuan untuk menciptakan efek ganda dalam edukasi bagi masyarakat luas.

3. Target Ambisius untuk Masa Depan

Bank Indonesia (BI) memiliki keyakinan bahwa pada tahun 2025, literasi dan inklusi ekonomi syariah di Indonesia dapat mencapai 50 %, dengan dukungan dari pengembangan pasar dan kolaborasi berbagai pihak melalui festival syariah, pelatihan pendapat pemimpin, serta kampanye digital menggunakan influencer dan media massa.

4. Peran Pemangku Kepentingan dan Inovasi Edukasi di Lapangan

Allianz Syariah berinovasi dengan memperkenalkan permainan papan edukatif (“Allianz Smart Plan Board Game”) untuk membantu siswa SMA di Jawa Barat memahami literasi keuangan syariah pada Ramadan 2025. Metode interaktif ini mencakup pengelolaan zakat, sedekah, pemodelan risiko, dan pinjaman yang aman.

5. Tantangan yang Perlu Diatasi

➢ Beberapa tantangan utama termasuk:

  • Ketidakmerataan geografis dan akses, terutama di daerah pedesaan serta di bagian tengah dan timur Indonesia, di mana pengetahuan tentang keuangan syariah masih sangat rendah.
  • Kekurangan pengetahuan, terutama di kalangan generasi muda dan pelajar yang memiliki tingkat literasi paling rendah.
  • Rendahnya tingkat inklusi, meski literasi mulai meningkat yang menunjukkan bahwa pemahaman belum bertransisi menjadi penggunaan nyata dari produk keuangan syariah.

6. Literasi Sebagai Pemicu Perubahan dan Inklusi

Dengan pemahaman yang baik, masyarakat tidak hanya teredukasi mengenai prinsip syariahs seperti larangan riba, prinsip mudharabah atau bagi hasil, dan keadilan dalam transaksi tapi juga dapat membuat pilihan finansial yang lebih aman dan terencana.

Generasi muda yang paham tentang keuangan syariah bisa menjadi agen perubahan yang memperluas inklusi melalui praktik sehari-hari dan media digital. Terlebih, kampanye digital dan permainan edukasi seperti yang dilakukan Allianz Syariah terbukti lebih menarik dan berkesan bagi audiens muda.

Kesimpulan

Literasi keuangan syariah berfungsi sebagai dasar untuk memfasilitasi perubahan nyata menuju masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya. Meskipun telah terjadi kemajuan dengan tingkat literasi mencapai 39 % pada tahun 2024, tingkat inklusi masih tergolong rendah di angka 12,88 %. Kerja sama antara pemerintah, OJK, BI, KNEKS, pelaku industri, dan inovasi pendidikan yang tepat seperti kampanye Ramadan, lomba tingkat nasional, pelatihan duta literasi, dan metode yang interaktif memiliki peranan penting dalam mengurangi jurang antara pengetahuan dan praktik.

Apabila target literasi dan inklusi sebesar 50 % dapat tercapai pada tahun 2025, Indonesia akan semakin kuat sebagai pusat ekonomi syariah dengan masyarakat yang memiliki kecerdasan finansial serta selektif dalam memilih produk keuangan.

 

Referensi:

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2024). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan

(SNLIK) 2024. Diakses dari https://ojk.go.id

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2022). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022. Diakses dari https://ojk.go.id

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2024). OJK Gelar GERAK Syariah 2024: Kampanye

Nasional Keuangan Syariah Selama Bulan Ramadan. Siaran Pers. Diakses dari https://ojk.go.id

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2024). Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di Kalangan Pelajar Melalui Olimpiade Keuangan Syariah. Siaran Pers. Diakses dari https://ojk.go.id

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2024). Perluas Edukasi Keuangan Syariah, OJK Gelar Pelatihan Bagi Perencana Keuangan. Siaran Pers. Diakses dari https://ojk.go.id

Bank Indonesia (BI). (2025, Februari). BI Optimis Target 50 Persen Literasi Ekonomi Syariah di 2025 Tercapai. Antara News. Diakses dari https://www.antaranews.com

Allianz Indonesia. (2025, Maret). Indeks Literasi Keuangan Syariah di Kalangan

Pelajar Rendah, Allianz Syariah Lakukan Kegiatan Literasi Keuangan Bagi Siswa-Siswi

Tingkat SMA. Diakses dari https://www.allianz.co.id

Times Indonesia. (2024, November). Menuju Inklusi Keuangan Syariah yang Berkelanjutan. Diakses dari https://timesindonesia.co.id

Kompas.com. (2024, Maret). OJK: Literasi Keuangan Syariah Naik Signifikan, tapi Inklusi Masih Rendah. Diakses dari https://money.kompas.com

 

⇒ Berita Suara Muslim, bisa kunjungi dan follow di ⇒ GOOGLE NEWS

You Might Also Like

Mengenal PAUD dan TK Islam di Malang sebagai Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini

Sebanyak 121 Santri Madinatul Qur’an Lulus Hafalan al-Qur’an, 7 Santri Khatam 30 Juz

Menjadikan Bogor sebagai Kota Pelajar

Bogor Barat Membutuhkan Keragaman Sarjana

Inilah 7 Program Prioritas Dr. Faisal Eskalasi IAIN Jadi UIN Fattahul Muluk Papua

TAGGED:Annisa Putri Nabilakeuangan syariahstei sebi
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article Abdul Mu’ti di jambore muslim Prof. Abdul Mu’ti Motivasi Peserta Jambore Pramuka Muslim Dunia
Next Article Nuraziz Ummu Hanifah Pentingnya Ekonomi Islam di Era Globalisasi

Sosmed Suara Muslim

FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
TelegramFollow
Google NewsFollow

Jasa Blogroll

Kami menyediakan Jasa Blogroll yang berisi tautan website di sidebar. Klik Hubungi Kami:

  • Suara Muslim
  • Suara Pesantren
  • Suara Masjid
  • Seputar Halal.
  • Info Kuliner
  • Cara Sehat
  • Destinasi Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Promo UKM
  • Warta Regional
  • Surabaya Kota
  • Berita Santai
  • Dunia Pengamanan
  • Info Bekasi
  • Berita Kamera
  • Dunia Kampus
  • Market
  • Bisnis
Ad imageAd image

Latest News

Dirjen Pesantren Basnang Dorong UIB Buka Prodi Manajemen Pesantren
Nasional 20/10/2026
transplantasi rambut
Hukum Transplantasi Rambut menurut Islam: Antara Mengobati Kebotakan dan Mengubah Ciptaan Allah
Kesehatan 08/10/2026
lppom papua
LPPOM Provinsi Papua Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Halal
Nasional 26/09/2026
mui papua
MUI Pusat akan Selenggarakan Monev 2026 di MUI Provinsi Papua
Nasional 16/09/2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman
Nasional 06/09/2026
tk islam malang
Mengenal PAUD dan TK Islam di Malang sebagai Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini
Akademia 05/09/2026
Suara MuslimSuara Muslim
Follow US
©2024 Suara Muslim | Media Islam Inspirasi Keluarga Muslim
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?