SUARAMUSLIM.ID | Ukhuwah Islamiyah adalah persaudaraan yang didasari oleh kesamaan agama Islam. Secara istilah, ukhuwah Islamiyah adalah kekuatan iman dan spiritual yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. Ukhuwah Islamiyah memiliki makna yang lebih luas dari sebatas persaudaraan sesama umat Islam, melainkan semangat solidaritas dan bersaudara dengan siapapun berasaskan nilai-nilai Islam. Allah berfirman dala Al-Qur’an surah Al-Hujurat ayat 10 yang berbunyi:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat” (QS. al-Hujuraat: 10).
Beberapa cara mewujudkan ukhuwah Islamiyah, yaitu:
- Saling mengenal
- Saling memahami kelemahan dan kekurangan masing-masing
- Saling tolong menolong untuk menciptakan kerja sama yang baik
- Saling memberikan rasa aman sesama umat Islam
Beberapa tingkatan dalam membina ukhuwah Islamiyah, yaitu:
- Syarhus Sodr (lapang dada) dengan kesalahan saudara
- Ta’aruf (saling kenal)
- Tafahum (saling memahami)
- Ta’awun (saling tolong)
- Takaful (rasa senasib sepenanggungan)
- Itsar (puncaknya)
Ukhuwah adalah ikatan persaudaraan paling kuat dan paling abadi. Ukhuwah islamiah melampaui sekat geografis, melampaui kesukuan, provinsi bahkan batas negara. Ukhuwah islamiah tidak mengenal kasta, tak memandang rupa, bukan warna kulit yang menjadikan mulia. Ukhuwah islamiah semata memandang manusia hanya karena kesamaan iman, disatukan kalimat Allah yang Maha Tinggi, disucikan dari ambisi duniawi; semua bersatu sebagaimana Allah perintahkan dari dunia sampai akhirat.
Ia lebih kuat dari persaudaraan sedarah. Karena sekalipun sedarah jika sudah beda illah maka putus sudah persaudaraan. Ia lebih kuat dari persaudaraan karena apa pun, ia lebih mulia dari ikatan apa pun karena ia diikat dengan perintah Tuhan.
Adapun kali ini kita akan membahas hal-hal apa saja yang dapat merusak ukhuwah. Hal ini perlu kita ketahui agar kita tidak terjatuh ke dalamnya.
Kita ambil poin-poinnya dari ayat maupun hadis. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيث،ِ وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَنَافَسُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا (رواه مسلم)
Dari Abu Hurairah berkata, bahwa Rasulullah sallalahu alaihi wasallam bersabda: “Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah mencari-cari isu; janganlah mencari-cari kesalahan; janganlah saling bersaing; janganlah saling mendengki; janganlah saling memarahi; dan janganlah saling membelakangi (memusuhi). Akan tetapi, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara” (HR. Muslim, Hadits No. 4646).

