Suaramuslim.id | Siapa yang merasa kalau organisasi itu hanya tentang rapat, program kerja dan laporan aja? Kalau iya, wajar. Karena seringnya kita beranggapan bahwa organisasi itu terlalu formal, berat dan hanya tuntutan pekerjaan saja.
Dalam Islam, organisasi memiliki makna yang dalam. Organisasi bukan hanya sekedar wadah untuk melakukan interaksi, melainkan suatu kebutuhan untuk mencapai tujuan dalam hal kebaikan secara bersama-sama (maslahah) sesuai dengan perintah Allah. Maka, ketika kita dalam sebuah organisasi, itu berarti kita bekerja secara bersama-sama dengan landasan dan tujuan yang sama yang bernilai ibadah.
Terus, gimana caranya kita menjalankan semua aktivitas organisasi tetapi bernilai ibadah juga? Ternyata ada beberapa hal penting yang membuat pekerjaan di organisasi tetap rapi sekaligus terarah. Agar organisasi sukses, ada empat fungsi manajemen dasar yang harus diketahui agar organisasi tidak berjalan di tempat:
- Planning (Perencanaan): Rencana untuk menentukan tujuan organisasi yang harus selalu dibarengi dengan nilai-nilai syariah. Kita tidak bisa memikirkan untuk menghasilkan ouput yang menguntungkan saja, tetapi di dalamnya harus ada keberkahan.
- Organizing (Pengorganisasian): Jika tujuan sudah ditetapkan, maka kita harus membagi tugas sesuai dengan kemampuannya masing-masing berdasarkan prinsip keadilan. Agar tidak ada anggota yang memiliki beban pekerjaan yang berlebihan sementara yang lain tidak menjalankan tugasnya dengan maksimal sehingga terjadi beban yang tidak seimbang.
- Actuating (Pergerakan): Setelah menetapkan rencana dan membagi tugas sesuai dengan kemampuannya, kita berlanjut ke tahap pelaksanaanya dengan memimpin dan memotivasi para anggotanya agar organisasi berfungsi dengan baik sesuai dengan tanggung jawabnya yang berlandaskan nilai iman, ihsan dan taqwa.
- Controlling (Pengawasan): Terakhir, yaitu penting untuk memastikan semua yang dikerjakan tetap berada di jalur yang sudah direncakan diawal dan tidak melenceng dari prinsip-prinsip syariah.
Yang membuat manajemen organisasi Islam berbeda itu adalah prinsipnya yang kuat. Segala sesuatu diawali dari tauhid, yaitu niat bahwa segala tindakan yang kita lakukan mendapatkan ridha dari Allah. Jika niat sudah benar, maka prosesnya akan terasa lebih lancar.
Untuk hal penempatan orang, ada yang namanya prinsip ahliyah, yang berarti kita menempatkan orang berdasarkan kemampuan mereka pada bidangnya masing-masing. Jadi bukan hanya karena kedekatan atau hubungan keluarga, benar-benar The right man on the right place merupakan hal yang sangat penting dalam organisasi. Posisi adalah sebuah amanah yang dititipkan dari Allah yang harus dilaksanakan dengan baik dan penuh tangunug jawab, bukan untuk kepentingan pribadi.
Kita juga harus menerapkan prinsip keadilan dalam organisasi, tentang tanggung jawab dan pembagian tugas, tidak boleh keputusan satu pihak saja. Dalam organisasi harus ada musyawarah, apabila ada keputusan besar atau penting, maka akan dibahas bersama untuk menghindari keputusan yang berat sebelah. Dan untuk menjaga agar semua aktivitas organisasi berjalan dengan baik, ada prinsip kesatuan komando yang dilakukan setelah keputusan dibuat dalam pelaksanaannya agar tidak bingung dan menyebabkan kekacauan.
Dalam organisasi, yang membuat semuanya bisa berjalan bukan hanya program kerja dan tanggung jawab, tapi juga orang-orang yang terlibat di dalamnya. Ada tiga nilai penting yang harus dipegang: Keikhlasan dalam mengerjakan sesuatu, Kebersamaan agar organisasi tidak bergerak sendiri-sendiri, dan Pengorbanan yang menunjukan bahwa kita ngga mikirin diri sendiri.
Kadang berfikir, organisasi kok ribet banget ya? Tapi organisasi bukanlah sebuah beban, melainkan jalan untuk mencapai kebaikan. Dengan menggabungkan fungsi manajemen yang teratur dan prinsip-prinsip Islam yang didasari oleh Tauhid, Amanah, serta Keadilan, kita dapat mengatur tim atau kelompok berjalan lebih rapi, lebih terarah sekaligus penuh nilai ibadah.

