Sign In
Suara MuslimSuara MuslimSuara Muslim
Notification Show More
Font ResizerAa
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Reading: Layaknya Ibrahim Mengikhlaskan Ismail
Share
Suara MuslimSuara Muslim
Font ResizerAa
  • Web Syndication
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • About Us
  • Contact
Search
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise with us
  • Newsletters
  • Deal
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Suara Muslim > Blog > MUSLIM STORY > Sirah Nabawiyah > Layaknya Ibrahim Mengikhlaskan Ismail
Sirah Nabawiyah

Layaknya Ibrahim Mengikhlaskan Ismail

Last updated: 29/08/2025 15:53
Redaksi
Share
5 Min Read
keikhlasan ibrahim
SHARE

Suaramuslim.id | Jakarta–Kisah ini sudah sangat terkenal. Bahkan, kisah ini menjadi salah satu sebab diturunkannya syariat berqurban di bulan Haji. Tatkala Nabi Ibrahim ‘alaihissalam bermimpi menyembelih anaknya sendiri, yaitu Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Awalnya ia ragu, apakah mimpi ini benar dari Allah? Ketika mimpi itu terus hadir di tidurnya, Ia pun membuka dialog dengan anak tercintanya. Karena keimanan menghujam tajam telah terpatri di relung jiwa Ayah dan anak ini, akhirnya mereka sama-sama mengikhlaskan apa yang Allah perintahkan.

Tentu amat berat. Bagaimana tidak, sebelum Ismail beranjak dewasa pun, Ibrahim mendapat perintah dari Allah untuk mengasingkan dan membawa Hajar serta Ismail kecil ke tempat tak berpenghuni. Tempat yang minim adanya makanan dan minuman. Tempat yang gersang. Tapi Ibrahim berusaha mengikhlaskan dan menjalankan apa yang Allah perintahkan tanpa bernegosiasi. Alhasil, ketika Ibrahim ikhlas meninggalkan istri dan anaknya di tempat yang gersang karena perintah Allah, sampai detik ini kita masih bisa menikmati air zam-zam yang terus memancarkan keberkahan.

Itulah buah manis dari keikhlasan yang dipenuhi dengan ketaatan. Allah hadirkan sesuatu yang lebih baik, bahkan Allah berikan hal-hal yang tak terduga oleh nalar manusia ketika kita mengikhlaskan sesuatu karenaNya. Tidak mungkin Allah berbuat dzolim terhadap hambaNya. Kembali ke kisah detik-detik Ibrahim akan ‘mengeksekusi’ anak kandungnya sendiri, didasari keikhlasan karena Allah.

Allah tahu bahwa seorang hamba yang bernama Ibrahim ‘alaihissalam akan patuh dan taat menjalankan apapun perintah dari tuhannya. Karena ia adalah hamba dan Nabi yang terpilih. Maka Allah gantikan seekor domba untuk bertukar posisi dengan Ismail yang tadinya sudah akan disembelih oleh Ibrahim. Diganti yang lebih baik. Peristiwa yang meninggalkan sejarah, juga syariat terarah yang hadir untuk kelangsungan hidup bersama yang penuh barokah.

Dengan keikhlasannya lah kita belajar. Bahwa, keikhlasan yang kita usahakan, akan membawa dampak kebaikan bukan hanya untuk diri kita sendiri. Melainkan, orang-orang terdekat pun akan merasakan dampak yang baik pula. Maka disinilah kita berlatih mengikhlaskan apa-apa yang sudah berlalu.

Seperti kisah Nabi Yusuf ‘alaihissalam dan ayahnya, Nabi Yakub ‘alaihissalam. Peristiwa yang membuat Nabi Yakub amat terpukul, sampai-sampai air matanya terus mengalir menyebabkan ia kehilangan penglihatannya. Ia tahu, bahwa saudara-saudara Yusuf, menyembunyikan fakta  ketika mereka mengajak Yusuf pergi. Mereka mengatakan Yusuf diterkam hewan buas. Seorang Ayah tentu merasakan ikatan batin yang kuat, bahwa Yusuf belum meninggal.

Ketika pada akhirnya Allah berkehendak Yusuf diangkat menjadi bendahara Mesir. Saudara-saudara Yusuf pun pergi ke Mesir meminta bantuan, karena di tempat tinggal mereka sedang mengalami paceklik. Pertemuan yang tak terduka. Mereka tidak mengenali Yusuf, tapi Yusuf selalu ingat persis dengan keluarganya.

Bukankah itu adalah kesempatan emas bagi Yusuf untuk bisa bertemu degan sang Ayah dan saudaranya yang Bernama Bunyamin? Tapi, ada satu hal yang membuat Yusuf harus menahan rindu lagi. Ia belum mendapat wahyu dari Allah untuk menemui ayahnya. Yang padahal itu sangat mudah dilakukan bagi seorang bendahara Mesir. Allah maha tahu, sang Ayah belum benar-benar ikhlas atas peristiwa yang terjadi di masa lampau. Karena itulah, Allah menahan Yusuf untuk tidak langsung memberi tahu kondisinya saat ini kepada saudara-saudaranya.

Sampai suatu hari, ketika Allah ilhamkan dan Allah bukakan keikhlasan hati seorang Ayah terhadap anaknya atas peristiwa memilukan itu, Yusuf dengan segera bertindak, memberikan bajunya kepada Yakub supaya bisa melihat normal lagi, atas izin Allah. Kemudian ia pun siap berangkat menemui Ayah tercintanya.

Dari kisah diatas, kita bisa menyimpulkan, bahwa apapun masa lalu yang kita lewati sekalipun itu hal yang kurang mengesankan atau bahkan meninggalkan jejak kesedihan. Ketika kita ikhlas dan ridho, Allah akan bukakan jalan kemudahan dan hal positif yang kita peroleh. Dibandingkan jika terus merasa terpuruk akan masa lalu yang kelam, kita tidak akan bisa membuka jalan berikutnya, sebelum kita mengikhlaskan peristiwa di masa lampau.

Adanya luka,  amarah, rasa kesal ataupun kecewa di masa lalu. Cobalah untuk mengikhlaskan secara perlahan. Mohon pertolongan kepada Allah supaya kita diberikan kelapangan hati dan keikhlasan disertai ketaatan. Ketika kita sudah mengikhlaskan dan ridho dengan segala yang terjadi, maka orang-orang yang ada di sekitar kita juga turut merasakan ketenangan. Terutama keluarga yang selalu menemani kita di setiap keadaan.

Jadikan peristiwa di masa lalu sebagai pelajaran dan tolak ukur kita untuk berbenah menjadi hamba yang semakin terarah. Boleh sedih, itu adalah hal yang manusiawi. Asalkan kita tidak larut dalam kesedihan yang mendalam. Pelajari dan tadaburilah kisah orang-orang terdahulu di dalam Al Qur’an. Yakini, setiap kita bisa menjadi mulia dihadapanNya, apapun masa lalu kita. [inayah]

⇒ Berita Suara Muslim, bisa kunjungi dan follow di ⇒ GOOGLE NEWS

You Might Also Like

Yuk Belajar Cara Nabi Muhammad Makan. Makanan Apa Paling Disukai Nabi?

Inilah 8 Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan, Keluarga Muslim Wajib Tahu!

TAGGED:keikhlasannabi ubrahimnabi yusuf
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article baznas sukoharjo BAZNAS Sukoharjo Raih Penghargaan Nasional BAZNAS Awards
Next Article Dr. Oni Sahroni, Lc. MA-3 Ustadz Oni Sahroni Raih BAZNAS Award sebagai Ulama Pendukung Zakat

Sosmed Suara Muslim

FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
TelegramFollow
Google NewsFollow

Jasa Blogroll

Kami menyediakan Jasa Blogroll yang berisi tautan website di sidebar. Klik Hubungi Kami:

  • Suara Muslim
  • Suara Pesantren
  • Suara Masjid
  • Seputar Halal.
  • Info Kuliner
  • Cara Sehat
  • Destinasi Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Promo UKM
  • Warta Regional
  • Surabaya Kota
  • Berita Santai
  • Dunia Pengamanan
  • Info Bekasi
  • Berita Kamera
  • Dunia Kampus
  • Market
  • Bisnis
Ad imageAd image

Latest News

Dirjen Pesantren Basnang Dorong UIB Buka Prodi Manajemen Pesantren
Nasional 20/10/2026
transplantasi rambut
Hukum Transplantasi Rambut menurut Islam: Antara Mengobati Kebotakan dan Mengubah Ciptaan Allah
Kesehatan 08/10/2026
lppom papua
LPPOM Provinsi Papua Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Halal
Nasional 26/09/2026
mui papua
MUI Pusat akan Selenggarakan Monev 2026 di MUI Provinsi Papua
Nasional 16/09/2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman
Nasional 06/09/2026
tk islam malang
Mengenal PAUD dan TK Islam di Malang sebagai Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini
Akademia 05/09/2026
Suara MuslimSuara Muslim
Follow US
©2024 Suara Muslim | Media Islam Inspirasi Keluarga Muslim
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?