SUARAMUSLIM.ID | Apa Saja Amalan dan Larangan di Hari Tasyrik? Hari Tasyrik adalah sebutan khusus dalam kalender Islam untuk tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, yaitu tiga hari setelah perayaan Idul Adha.
Dalam ajaran Islam, ketiga hari ini memiliki keutamaan tersendiri dan termasuk hari-hari besar yang diisi dengan ibadah, dzikir, serta penguatan rasa syukur kepada Allah SWT.
Kita tidak hanya diperintahkan untuk bersuka cita dan makan-minum, namun juga dianjurkan memperbanyak amalan tertentu dan menghindari larangan yang berlaku secara khusus.
Makna dan Landasan Hadits Tentang Hari Tasyrik
Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Nabisyah Al-Hadzali, Rasulullah SAW bersabda:
“Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.” (HR. Muslim)
Hadits ini menegaskan bahwa Hari Tasyrik bukanlah hari biasa. Ketiganya adalah kelanjutan dari perayaan Idul Adha yang dikhususkan untuk menguatkan ibadah, menampakkan nikmat, dan meningkatkan ketaqwaan. Hari Tasyrik juga menjadi bagian dari hari-hari tasyriq para jamaah haji yang sedang bermalam di Mina untuk melakukan lempar jumrah.
Jadwal Hari Tasyrik 2025 M / 1446 H
Berdasarkan kalender Hijriah yang disesuaikan dengan estimasi penanggalan masehi, berikut adalah jadwal Hari Tasyrik tahun 2025:
- 11 Dzulhijjah 1446 H: Sabtu, 7 Juni 2025
- 12 Dzulhijjah 1446 H: Minggu, 8 Juni 2025
- 13 Dzulhijjah 1446 H: Senin, 9 Juni 2025
Amalan Sunnah di Hari Tasyrik: Perbanyak Pahala dan Syukur
1. Memperbanyak Takbir
Salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan di hari Tasyrik adalah mengumandangkan takbir. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 203:
“Dan berdzikirlah kepada Allah dalam beberapa hari yang ditentukan.”
Yang dimaksud dengan “hari-hari yang ditentukan” oleh para mufassir seperti Ibnu Umar adalah hari Tasyrik. Takbir bisa dilakukan setelah salat fardhu, saat menyembelih hewan kurban, ataupun saat berkumpul bersama keluarga. Ini adalah bentuk dzikir yang menjadi syiar umat Islam.
2. Menyembelih Hewan Kurban
Meskipun penyembelihan utama dilakukan pada 10 Dzulhijjah, waktu berkurban masih dibolehkan hingga matahari terbenam pada 13 Dzulhijjah. Ini berdasarkan hadits dan juga penafsiran terhadap Surah Al-Kautsar ayat 2:
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”
Bagi yang belum sempat berkurban di hari pertama, tiga hari Tasyrik adalah kesempatan emas untuk tetap memperoleh pahala ibadah kurban.
3. Memperbanyak Dzikir dan Doa
Hari Tasyrik termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa dan memperbanyak dzikir. Selain takbir, kita dianjurkan membaca doa-doa lain seperti istighfar, tahlil, tasbih, serta doa sapu jagad:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)
Waktu antara setelah salat, pagi hari, dan menjelang malam adalah waktu terbaik untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari ini.
4. Mempererat Silaturahmi dengan Menikmati Hidangan
Rasulullah SAW menyebut bahwa Hari Tasyrik adalah hari makan dan minum, artinya kita dianjurkan untuk tidak berpuasa dan justru menampakkan rasa syukur atas rezeki dari Allah. Salah satu bentuknya adalah menikmati daging kurban, berbagi dengan keluarga, tetangga, dan fakir miskin.
Dalam hadits riwayat Imam Ahmad:
“Janganlah kalian puasa pada hari-hari ini, karena ini merupakan hari-hari untuk makan, minum, dan dzikir kepada Allah Azza wa Jalla.”
Makan bukan sekadar rutinitas jasmani, tetapi bentuk nyata syukur terhadap Allah SWT.
5. Berkurban Kolektif
Bagi yang tidak mampu berkurban sendiri, kurban kolektif bisa menjadi solusi. Hari Tasyrik memberikan ruang waktu yang cukup untuk mengatur penyembelihan hewan secara bergiliran dan teratur.
Larangan Khusus pada Hari Tasyrik
1. Larangan Berpuasa
Larangan utama dan paling tegas di Hari Tasyrik adalah puasa. Baik itu puasa sunnah seperti puasa Senin-Kamis, maupun puasa qadha, dilarang dilakukan pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Hadits dari Ibnu Umar menyatakan:
“Tidak diperkenankan berpuasa pada hari Tasyrik kecuali bagi orang yang tidak menemukan hewan hadyu saat menunaikan haji.” (HR. Bukhari)
Pengecualian hanya berlaku bagi jamaah haji yang tidak mampu menyembelih hewan dam (denda haji), sesuai dengan ketentuan manasik haji.
2. Larangan Menyia-nyiakan Waktu
Karena Hari Tasyrik adalah hari ibadah, umat Islam sebaiknya tidak menghabiskan waktu dengan aktivitas sia-sia atau lalai dalam mengingat Allah. Setiap waktu sangat berharga dan bisa diisi dengan:
- Membaca Al-Qur’an
- Dzikir pagi petang
- Memberi makan orang miskin
- Menyambung silaturahmi
- Menyebarkan ilmu agama
Hikmah Besar di Balik Hari Tasyrik
Hari Tasyrik bukan hanya soal perpanjangan dari hari raya Idul Adha. Ada nilai-nilai spiritual dan sosial yang kuat di baliknya, di antaranya:
- Meningkatkan ukhuwah Islamiyah melalui distribusi daging kurban dan kebersamaan dalam makan.
- Memperkuat rasa syukur atas nikmat yang melimpah, termasuk kesehatan, keluarga, dan rezeki.
- Melatih keikhlasan, karena amalan-amalan di Hari Tasyrik seringkali hanya diketahui oleh Allah, bukan untuk dipamerkan.
Isi Hari Tasyrik 2025 dengan Ibadah Terbaik
Hari Tasyrik 2025 yang jatuh pada 7–9 Juni 2025 merupakan momentum mulia bagi umat Islam untuk meningkatkan amal dan meninggalkan hal-hal yang dilarang. Mari kita manfaatkan tiga hari istimewa ini dengan memperbanyak takbir, dzikir, doa sapu jagad, serta menyembelih kurban jika belum sempat.
Jauhkan diri dari puasa dan perbuatan sia-sia, dan niatkan seluruh aktivitas sebagai ibadah. Semoga Allah menerima setiap amal kita di Hari Tasyrik, dan menggolongkan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang bersyukur.
Yuk, maksimalkan Hari Tasyrik 2025 dengan penuh semangat dan keikhlasan!

