Sign In
Suara MuslimSuara MuslimSuara Muslim
Notification Show More
Font ResizerAa
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Reading: Catatan Ketua MUI Bidang Fatwa Terkait Rencana Shalat Idul Adha Khusus Perempuan
Share
Suara MuslimSuara Muslim
Font ResizerAa
  • Web Syndication
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • About Us
  • Contact
Search
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise with us
  • Newsletters
  • Deal
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Suara Muslim > Blog > MUSLIM NEWS > Nasional > Catatan Ketua MUI Bidang Fatwa Terkait Rencana Shalat Idul Adha Khusus Perempuan
Nasional

Catatan Ketua MUI Bidang Fatwa Terkait Rencana Shalat Idul Adha Khusus Perempuan

Last updated: 17/06/2024 20:02
Redaksi
Share
5 Min Read
asrorun niam MUI
SHARE

SUARA MUSLIM | Jakarta–Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh, menanggapi adanya flyer rencana shalat Idul Adha yang akan diselenggarakan di tempat khusus perempuan, dengan jamaah khusus perempuan, Imam, Bilal, dan Khatibah perempuan.

Berikut ini catatan lengkap Kiai Niam terhadap masalah tersebut:

1. Shalat Idul Adha merupakan jenis ibadah mahdlah, hukumnya sunnah muakkadah, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Bahkan bagi yg sedang haid pun dianjurkan untuk hadir guna mensyiarkan idul Adha, meski tidak ikut shalat.

2. Pelaksanaan shalat Idul Adha dapat dilaksanakan dengan cara berjamaah atau dengan cara infirad (sendirian tanpa berjamaah).

3. Dalam kondisi shalat id dilaksanakan berjamaah, berlaku ketentuan syarat rukun shalat berjamaah.

a. Pelaksanaan shalat jamaah yang makmumnya terdiri dari muslim laki-laki atau laki-laki dan perempuan, maka imamnya harus laki-laki. Shalat Laki-laki tidak sah jika makmum pada Imam shalat perempuan, meskipun perempuannya lebih fasih.

b. Pelaksanaan shalat jamaah yang makmumnya hanya terdiri dari jamaah perempuan, maka imamnya boleh perempuan.

4. Khutbah ‘Id nya hukumnya sunnah, yang terpisah dari pelaksanaan shalat ‘id. Karenanya, keberadaan khutbah ‘id tidak terkait dengan keabsahan shalat ‘id. berbeda halnya dengan Khutbah Jumat yang menjadi rangkaian tak terpisahkan dengan Shalat Jumat, dan mempengaruhi keabsahan. Khutbah Jumat manjadi syarat sahnya pelaksanaan Shalat Jumat. Shalat Jumat tanpa Khutbah Jumat, atau dengan khutbah yang tidak memenuhi syarat rukunnya, hukumnya tidak sah. Dan salah satu syarat khutbah Jumat adalah dilakukan oleh khatib laki-laki.

5. Apabila shalat idul adha dilaksanakan tanpa khutbah, shalatnya sah.

6. Khutbah dalam rangkaian ibadah shalat, baik Jumat maupun ‘Id, meski hukumnya berbeda, memiliki kedudukan yang sama, yaitu merupakan jenis ibadah mahdlah dan terikat oleh syarat dan rukun yang ditentukan, bukan sekedar ceramah biasa.

7. ⁠Pertanyaan yang menjadi Isykal, apakah salah satu syarat khatib harus laki-laki, sehingga sekalipun ketika shalat berjamaah khusus perempuan dengan imam perempuan, khatib harus tetap laki-laki? Kami berpandangan, bahwa mengingat bahwa khutbah merupakan jenis ibadah, maka perlu mengikatkan diri pada ketentuan yang bersifat rinci.

Mengingat sifat-sifat yang sama dengan Khutbah Jumat dan shalat lain yang disyaratkan adanya khutbah, dan untuk kepentingan kehati-hatian, maka khatib dalam khutbah yang merupakan jenis ibadah, harus laki-laki. Sementara, jika diselenggarakan shalat id berjamaah khusus perempuan, maka dapat dilakukan dengan beberapa alternatif:

a. Khutbah dilakukan oleh Khatib laki-laki.

b. Jika tidak ada khatib laki-laki, maka shalatnya tetap sah dengan imam perempuan meski tanpa dilaksanakan khutbah.

c. Jika ada perempuan yang memiliki kemampuan menyampaikan pesan-pesan ketakwaan dan hikmah ‘Id, maka perempuan boleh menyampaikan mauizhah hasanah kepada jamaah, bukan dalam bentuk khutbah.

8. Dalam kitab Raudlatu al-Thalibin dijelaskan —dalam kasus shalat gerhana— apabila jamaah khusus perempun, dibolehkan, tetapi mereka tidak berkhutbah. Bila salah satu perempuan jadi penceramah memberi nasehat keagamaan, dibolehkan, sebagai mauizhah hasanah yang bersifat umum, bukan khutbah yang merupakan jenis ibadah mahdlah.

9. Ketentuan mengenai kesunnahan perempuan untuk hadir di shalat ‘Id, disamping disebutkan dalam hadis Nabi, juga diterangkan oleh Imam an-Nawawi dalam al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab juz 5halaman 9 sebagai berikut:

أما الاحكام فقال الشافعي والاصحاب رحمهم الله يستحب للنساء غير ذوات الهيئات حضور صلاة العيد وأما ذوات الهيئات وهن اللواتي يشتهين لجمالهن فيكره حضورهن هذا هو المذهب والمنصوص وبه قطع الجمهور وحكي الرافعي وجها انه لا يستحب لهن الخروج بحال والصواب الاول وإذا خرجن استحب خروجهن في ثياب بذلة ولا يلبسن ما يشهرهن ويستحب أن يتنظفن بالماء ويكره لهن التطيب لما ذكرناه في باب صلاة الجماعة هذا كله حكم العجائز اللواتى لا يشتهين ونحوهن فاما الشابة وذات الجمال ومن تشتهي فيكره لهن الحضور لما في ذلك من خوف الفتنة عليهن وبهن

10. Sementara, terkait dengan tuntunan untuk, Imam an-Nawawi dalam Raudlatut Thalibin wa ‘Udat al-Muftiin, juz 2 halaman 89 menulis pandangan Imam Syafii sebagai berikut:

قال الشافعي والأصحاب : يستحب للنساء غير ذوات الهيئات صلاة الكسوف مع الإمام ، وأما ذوات الهيئات ، فيصلين في البيوت منفردات . قال الشافعي : فإن اجتمعن ، فلا بأس ، إلا أنهن لا يخطبن ، فإن قامت واحدة وعظتهن وذكرتهن ، فلا بأس . – والله أعلم – .

11. Demikian juga dijelaskan dalam kitab al-Bayan fi Madzhab al-Imam al-Syafii, karya Imam al-Umrani, juz 2 halaman 663 diterangkan penjelasan tambahan bahwa khutbah itu untuk laki-laki:

قال الشافعي: (فإن جمعن … فلا بأس، إلا أنهن لا يخطبن؛ لأن الخطبة من سنة الرجال، فإن قامت واحدة منهن، ووعظتهن، وذكرتهن، كان حسنًا) .

Wallahu A’lam bi al-Shawab

⇒ Berita Suara Muslim, bisa kunjungi dan follow di ⇒ GOOGLE NEWS

You Might Also Like

LPPOM Provinsi Papua Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Halal

MUI Pusat akan Selenggarakan Monev 2026 di MUI Provinsi Papua

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Kapolri Dukung Pramuka PUI Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda

PB JATMA ASWAJA bersama Tokoh Muda Lintas Agama Ikrarkan Cinta Tanah Air di Masjid Istiqlal

TAGGED:fatwa muiidul adhaimam perempuankhotib perempuan
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article lontar jumrah Puncak Haji, Hari Kedua di Mina, Jemaah Lontar Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah
Next Article Gedung MUI Bansos untuk Korban Judi Online? MUI: Jangan Sampai Salah Sasaran

Sosmed Suara Muslim

FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
TelegramFollow
Google NewsFollow

Jasa Blogroll

Kami menyediakan Jasa Blogroll yang berisi tautan website di sidebar. Klik Hubungi Kami:

  • Suara Muslim
  • Suara Pesantren
  • Suara Masjid
  • Seputar Halal.
  • Info Kuliner
  • Cara Sehat
  • Destinasi Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Promo UKM
  • Warta Regional
  • Surabaya Kota
  • Berita Santai
  • Dunia Pengamanan
  • Info Bekasi
  • Berita Kamera
  • Dunia Kampus
  • Market
  • Bisnis
Ad imageAd image

Latest News

transplantasi rambut
Hukum Transplantasi Rambut menurut Islam: Antara Mengobati Kebotakan dan Mengubah Ciptaan Allah
Kesehatan 08/10/2026
lppom papua
LPPOM Provinsi Papua Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Halal
Nasional 26/09/2026
mui papua
MUI Pusat akan Selenggarakan Monev 2026 di MUI Provinsi Papua
Nasional 16/09/2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman
Nasional 06/09/2026
tk islam malang
Mengenal PAUD dan TK Islam di Malang sebagai Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini
Akademia 05/09/2026
pramuka PUI
Kapolri Dukung Pramuka PUI Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Nasional 04/09/2026
Suara MuslimSuara Muslim
Follow US
©2024 Suara Muslim | Media Islam Inspirasi Keluarga Muslim
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?