SUARA MUSLIM | Jakarta–Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, atau yang akrab dipanggil Habib Luthfi bin Yahya mengajak semua umat muslim mentaati perintah Allah menjalankan salat lima waktu. Demikian Habib Luthfi menyampaikan dalam peringatan Isra’ Mi’raj di Masjid Cut Meutia Jakarta Pusat, Jumat (09/02).
“Dalam perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat lima waktu dalam satu hari,” jelas Habib Luthfi di depan para jamaah, Jumat (9/2/2024).
Habib Luthfi membahas ayat Al-Isra ayat 1 yang artinya, “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda [kebesaran] Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Habib Luthfi mengatakan, ayat ini diawali dengan kata Subahana, ini menandakan bahwa peristiwa Isra Miraj tidak bisa ditangkap dengan kekuatan akal semata, melainkan harus dengan iman. “Akal yang ikut iman, bukan iman ikut akal,” tuturnya.

Beliau memberikan contoh sholat yang jika menggunakan akal tidak akan bisa. Bila dalam sehari umat Islam menjalani salat lima kali masing-masing 5 menit, maka dijumlah hanya 25 menit sehari. Kalau 30 hari maka hanya 750 menit lalu dibagi 60 jadi 12,5 jam.
Setiap satu tahun 12 bulan, berarti kalau solat kita per bulan hitungan wakktu hanya 12 jam setengah hari kali 12. Berarti sholat kita hanya solat 6 hari per tahun. Bila usia manusia berkisar hingga 60 tahun, dikurangi masa akil baligh 15 tahun jadi 45 tahun maka dikalikan 6 hari salat yang dilakukan hanya berjumlah 270 hari.
Dengan begitu rasanya cukup pendek waktu yang diperintah Allah selama masa hidupnya menjalani salat lima waktu sehari. “Kira-kira minta surga pantes nggak, malu rasanya sholat itungan 270 hari kalau tidak dengan rahmatnya Allah mana mungkin, Allah memasukan surga dengan rahmatnya, untuk menggapainya dengan amal sholeh,” tuturnya.
Menurutnya, betapa pentingnya wahyu yang diberikan Allah pada Nabi Muhammad yang melakukan perjalanan dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsa. Kemudian, Rasulullah SAW meneruskan perjalanan Miraj dari Masjid Al-Aqsa ke Sidratul Muntaha.
Sidratul Muntaha disebutkan sebagai tempat di langit yang bersifat gaib, tidak mungkin dijangkau oleh pancaindera manusia, dan bahkan tak dapat dijangkau oleh akal pikiran.
Dalam perjalanan Isra Miraj inilah Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat lima waktu dalam satu hari. “Nah, sebagai umat Islam penting untuk memperingati Isra Miraj untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Untuk saling mengingatkan dengan orang-orang tersayang tentang pesan perjalanan Rasulullah SAW, penting artinya peringatan Isra Miraj seperti yang dilakukan remaja Masjid Cut Meutia dengan mengambil tema “Doa Bersama Habib Luthfi bin Yahya” Untuk Indonesia Maju”.
Sementara itu mewakili Remaja Islam Cut Meutia (Ricma) Masjid Cut Meutia, Muhammad Pradana Indraputra menegaskan, dalam peringatan Isra Miraj tahun ini jatuh pada 8 Februari 2024. Waktunya berdekatan dengan agenda Pilpres RI 2024.
Untuk itu sebagai pemuda masjid, Pradana mengajak semua masyarakat Indonesia menjadikan Pemilu Damai. “Siapapun yang terpilih dalam Pilpres 14 Februari 2024 harus kita hormati,” tegasnya.
Dia optimis, Pilpres 2024 akan berjalan dengan jujur dan adil (Jurdil), dengan harapan semua berjalan dengan damai. Semua itu dia rasakan, masyarakat Indonesia sudah makin dewasa setelah mengalami beberapa agenda Pemilu.
Dengan begitu, sudah mencerminkan dan memberikan rasa damai dan sejuk bagi seluruh masyarakat di Tanah air. “Bahkan pasca Pemilu sudah tidak ada lagi perebutan atau permusuhan antar masyarakat. Dengan harapan Indonesia damai dan tentram menyongong masa depan yang ceria” harapnya.
Pradana melanjutkan, dengan demokrasi yang makin maju dan masyarakat bertambah dewasa, maka akan mengutamakan perdamaian dan menghormati hasil pemilu. nantinya. “Siapapun yang terpilih sebagai Presiden, tinggal mengharapkan Indonesia lebih maju lagi,” tambahnya.[]

