Sign In
Suara MuslimSuara MuslimSuara Muslim
Notification Show More
Font ResizerAa
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Reading: Apa Itu Isra’ Mi’raj? Yuk Kenali Pengertian, Tujuan, Hikmah serta Sejarahnya
Share
Suara MuslimSuara Muslim
Font ResizerAa
  • Web Syndication
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • About Us
  • Contact
Search
  • HOME
  • MUSLIM NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Ragam
    • Silaturahim
  • MUSLIM FAMILY
    • Keluarga
    • Parenting
    • Kesehatan
  • MUSLIM INSPIRE
    • Figur Muslim
    • Figur Muslimah
    • Wirausaha
    • Hidayah
  • MUSLIM STORY
    • Sirah Nabawiyah
    • Ulama Nusantara
    • Kisah Sahabat
  • MUSLIM STUDY
    • Akademia
    • Beasiswa
    • Literasi
  • MUSLIM TOUR
    • Haji Umrah
    • Pariwisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise with us
  • Newsletters
  • Deal
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Suara Muslim > Blog > MUSLIM FAMILY > Keluarga > Apa Itu Isra’ Mi’raj? Yuk Kenali Pengertian, Tujuan, Hikmah serta Sejarahnya
Keluarga

Apa Itu Isra’ Mi’raj? Yuk Kenali Pengertian, Tujuan, Hikmah serta Sejarahnya

Last updated: 08/02/2024 13:01
Redaksi
Share
8 Min Read
SHARE

SUARA MUSLIM | Jakarta–Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa sangat penting bagi umat Islam. Peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh Allah dari Masjidil Haram ke Masjid al-Aqsha.

Contents
Pengertian Isra’ Mi’rajKapan Peristiwa Isra’ Mi’raj?Tujuan Isra’ Mi’rajHikmah Isra’ Mi’rajSejarah Peristiwa Isra’ Mi’raj

Untuk memahami tentang peristiwa Isra’ Mi’raj, berikut pengertian, tujuan, hikmah dan sejarahnya. Simak penjelasannya.

Pengertian Isra’ Mi’raj

Kata Isra’ Mi’raj berasal dari bahasa Arab. Isra’ artinya berarti perjalanan di malam hari dan mi’raj artinya anak tangga yang dipakai untuk naik.

Jadi Isra’ Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah hingga masjid al-Aqsha di Palestina dan terus naik menghadap Allah hingga sampai batas terjauh yang bisa dicapai makhluk yaitu Sidratul Muntaha.

Kapan Peristiwa Isra’ Mi’raj?

Ada ragam pendapat dari para ulama terkait peristiwa Isra’ Mi’raj. Namun biasanya masyarakat Indonesia memperingati peristiwa Isra Miraj setiap 27 Rajab. Hari peringatan ini telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai hari libur nasional.

Perbedaan pendapat para ulama terkait waktu terjadinya Isra’ Mi’raj disebutkan oleh Sofiyurrahman Al-Mubarakfuri dalam Rakhiqul Makhtum-nya. Berikut ragam waktu terjadinya Isra’ Mi’raj.

  1. Pendapat yang mengatakan bahwa Isra’ dan Mi’raj terjadi pada tahun kedua setelah diutusnya Nabi Muhammad sebagai nabi.
  2. Isra’ Mi’raj terjadi pada tahun ke-5 setelah diutusnya nabi. Pendapat ini diamini oleh An-Nawawi dan Al-Qurthuby.
  3. Pendapat yang dipilih oleh Al-Manshur Faury, yakni pendapat yang lumrah dan populer di kalangan masyarakat, 27 Rajab tahun ke-10 setelah diutusnya Nabi.
  4. Pendapat Imam Al-Baihaqi yang mengutip pendapat Az-Zuhri, Isra dan Miraj terjadi pada Rabi’ul Awal tahun ke-13 setelah diutusnya nabi, yakni satu tahun sebelum hijrahnya Nabi ke Madinah.
  5. Menurut pendapat As-Sadi, Isra’ Mi’raj terjadi pada sembilan belas bulan sebelum peristiwa Hijrah, yakni bertepatan dengan bulan Dzul Qa’dah.
  6. Menurut Al-Harby, Isra’ Mi’raj terjadi pada tanggal 27 Rabiul Akhir satu tahun sebelum hijrahnya Nabi.
  7. Pada bulan Ramadhan tahun ke-12 setelah kenabian, yakni enam belas bulan sebelum hijrahnya Nabi
  8. Pada bulan Muharram 13 tahun setelah kenabian, yaitu bertepatan dengan satu tahun dua bulan sebelum hijrahnya nabi.2

Tujuan Isra’ Mi’raj

Tujuan utama Isra’ Mi’raj adalah untuk menjemput perintah shalat fardhu. Selain itu, Isra Miraj juga dimaksudkan oleh Allah SWT agar Nabi Muhammad SAW bisa melihat tanda-tanda kebesaran-Nya di alam raya ini.

Tujuan yang tidak kalah pentingnya, Allah SWT ingin menghibur Nabi Muhammad yang saat itu sedang berduka. Beliau ditinggal dua sosok yang paling dicintainya yakni Khadijah dan Abu Thalib.

Khadijah adalah istri tercinta yang setia menemani beliau menghadapi masa-masa sulit selama 25 tahun. Sedangkan Abu Thalib adalah paman yang selalu melindungi dan membelanya sejak usia 8 tahun.1

Hikmah Isra’ Mi’raj

Terdapat sejumlah hikmah yang dapat dipetik oleh kaum muslimin dari peristiwa Isra Miraj. Adapun hikmah dari peristiwa Isra Miraj, yakni:

  1. Wajib melaksanakan shalat lima waktu
  2. Menumbuhkan dan meningkatkan keimanan kita terhadap kekuasaan Allah SWT yang Maha berkehendak.
  3. Membuat kita semakin mengamati bahwa Nabi Muhammad adalah utusan yang membawa perintah Allah SWT.
  4. Meyakini bahwa setiap kesulitan pasti akan nada kemudahan dari Allah SWT, dimana setiap cobaan tersebut juga dapat meningkatkan keimanan kita atas kuasa Allah SWT.
  5. Kita juga dapat mengetahui apabila kita melanggar perintah Allah maka Allah akan menghukum kita sesuai dengan apa yang kita lakukan.
  6. Kita juga dapat mengetahui tentang tanda-tanda kebesaran Allah SWT.3

Sejarah Peristiwa Isra’ Mi’raj

Peristiwa Isra’ Mi’raj yang terjadi pada malam 27 Rajab bermula ketika Nabi Muhammad sedang tidur di Hijir Ismail dekat Ka’bah. Beliau tiba-tiba didatangi oleh Malaikat Jibril, Mikail, dan Israfil.

Ketiga malaikat itu membopong Nabi Muhammad ke sumur Zam-zam kemudian dilentangkan dan dibelah dadanya. Hal tersebut dilakukan agar Malaikat Jibril dapat menyucikan hati dan batin Nabi Muhammad.

Setelah dibersihkan, hati dan batin Nabi Muhammad diisi dengan hikmah dan iman sehingga memiliki sifat sabar, alim, yakin, dan Islam. Saat semuanya sudah selesai, Rasulullah kemudian dikembalikan seperti sedia kala dan diberi gelar kenabian oleh kedua malaikat tersebut.

Nabi Muhammad SAW kemudian disediakan buroq yaitu hewan berbulu putih, tinggi melebihi himar, dan lebih pendek dari bighol untuk dijadikan kendaraan. Nabi kemudian naik di atasnya dan berangkat didampingi malaikat Jibril di sebelah kanan dan Mikail di sebelah kiri.

Dalam perjalanan, Nabi Muhammad beberapa kali berhenti untuk melaksanakan shalat sunnah. Tempat pemberhentian Nabi melakukan shalat sunnah yakni di Madinah, pohon tempat Nabi Musa berteduh ketika dikejar Firaun, bukit Tursina, dan tempat kelahiran Nabi Isa di Bethlehem.

Di tengah-tengah perjalanan, Nabi Muhammad beberapa kali menemukan peristiwa yang mengundang tanda tanya di benaknya. Peristiwa yang ditemui Rasulullah tersebut sejatinya mengajarkan tentang zakat, larangan berbuat zina, memakan harta riba, fitnah, dunia-akhirat dan lain sebagainya.

Setelah Nabi Muhammad sampai di hadapan Allah SWT, beliau bersujud. Allah SWT kemudian berkata ” Dan sesungguhnya Aku mulai hari ini telah memberi mandat kepada seisi langit dan bumi. Telah Ku wajibkan kepadamu dan kepada umatmu untuk mengerjakan shalat lima puluh kali. Maka kerjakanlah shalat tersebut.”

Setelah mendapat perintah tersebut, Nabi Muhammad mendatangi nabi Musa as dan menceritakan kewajiban shalat 50 waktu yang diperintahkan Allah SWT kepada umatnya. Nabi Musa as kemudian berkata, “Berkenanlah kiranya engkau untuk kembali ke hadapan Allah dan mintalah keringanan untuk dirimu dan umatmu”.

Nabi Muhammad kemudian kembali ke hadapan Allah SWT. Beliau bersujud dan berkata “Duh Tuhanku, semoga engkau berkenan memberi keringanan kepada umatku sebab umatku adalah seringkih-ringkihnya umat.” Allah SWT berkata: “Aku kurangi lima untuk umatmu.”

Rasulullah kembali lagi ke tempat Nabi Musa dan menceritakan apa yang telah ia terima dari Allah. Namun, sekali lagi Nabi Musa meminta Rasulullah untuk kembali menghadap Allah SWT agar perintah itu diringankan karena umat Nabi Muhammad SAW masih belum mampu mengerjakannya.

Sesuai anjuran Nabi Musa, Rasulullah pun kembali lagi ke hadapan Allah SWT untuk meminta keringanan. Allah SWT pun kembali memberikan keringanan dengan mengurangi lima waktu dari sebelumnya. Kemudian, Nabi SAW kembali menghadap ke Nabi Musa as, namun ia meminta Nabi Muhammad SAW untuk kembali menghadap Allah SWT agar perintah shalat itu diringankan.

Setelah itu, Nabi Muhammad SAW masih melakukan negosiasi beberapa kali agar perintah shalat itu semakin diringankan. Setiap meminta keringanan, Allah SWT menguranginya lima, hingga pada akhirnya salat lima puluh waktu tersebut tinggal lima waktu saja.

Allah berkata: “Shalat itu kerjakanlah dalam waktu sehari-semalam. Adapun pahalanya setiap satu kali shalat adalah sepuluh kali lipat. Jadi, lima kali shalat itu sama halnya dengan pahala lima puluh kali shalat.”

Nabi Muhammad SAW kembali lagi menghadap ke Nabi Musa as. Nabi Musa berkata, “Berkenanlah kiranya kamu ya Muhammad untuk kembali lagi ke hadapan Allah, Tuhanmu untuk meminta keringanan. Sesungguhnya umatmu masih belum sanggup untuk mengerjakannya”. Namun, Nabi SAW yang sudah bolak-balik meminta keringanan kepada Allah SWT merasa malu sehingga ikhlas dan ridha dengan keputusan Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW lantas turun kembali ke bumi untuk menyampaikan perintah shalat. Sehingga peristiwa perjalanan Rasulullah ke Masjidil Aqsa itu disebut Isra, sementara peristiwa Rasulullah dinaikkan ke langit adalah Miraj. Masyarakat kemudian menyebut peristiwa tersebut dengan istilah Isra Miraj.[]

Sumber: detik.com

⇒ Berita Suara Muslim, bisa kunjungi dan follow di ⇒ GOOGLE NEWS

You Might Also Like

Tunangan atau Khitbah Bukan Jalan Menuju Halalnya Pergaulan

Isra’ Mi’raj: Pesan Menag Jadikan Masjid sebagai Ruang Transformasi Umat

Forum Sejarah Haji dan Dua Masjid Suci Digelar oleh Lembaga Riset Raja Abdulaziz

Keluarga dalam Membentuk dan Memperbaiki Mindset Individu

Mengapa Umat Muslim Wajib Berzakat? Ini 8 Alasannya

TAGGED:isra mirajmakkahmasjid al-aqshamasjidil harampalestina
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article Keluarga Waspada! Modus Kejahatan Undangan Pemilu 2024 di Sosial Media
Next Article minyak zaytun untuk kesehatan Manfaat Minyak Zaytun untuk Mengurangi Risiko Kematian Akibat Demensia
Leave a review

Leave a review Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please select a rating!

Sosmed Suara Muslim

FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
TelegramFollow
Google NewsFollow

Jasa Blogroll

Kami menyediakan Jasa Blogroll yang berisi tautan website di sidebar. Klik Hubungi Kami:

  • Suara Muslim
  • Suara Pesantren
  • Suara Masjid
  • Seputar Halal.
  • Info Kuliner
  • Cara Sehat
  • Destinasi Indonesia
  • Inilah Kita
  • Beasiswa Kampus
  • Indonesia Sentris
  • Promo UKM
  • Warta Regional
  • Surabaya Kota
  • Berita Santai
  • Dunia Pengamanan
  • Info Bekasi
  • Berita Kamera
  • Dunia Kampus
  • Market
  • Bisnis
Ad imageAd image

Latest News

transplantasi rambut
Hukum Transplantasi Rambut menurut Islam: Antara Mengobati Kebotakan dan Mengubah Ciptaan Allah
Kesehatan 08/10/2026
lppom papua
LPPOM Provinsi Papua Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Halal
Nasional 26/09/2026
mui papua
MUI Pusat akan Selenggarakan Monev 2026 di MUI Provinsi Papua
Nasional 16/09/2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman
Nasional 06/09/2026
tk islam malang
Mengenal PAUD dan TK Islam di Malang sebagai Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini
Akademia 05/09/2026
pramuka PUI
Kapolri Dukung Pramuka PUI Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Nasional 04/09/2026
Suara MuslimSuara Muslim
Follow US
©2024 Suara Muslim | Media Islam Inspirasi Keluarga Muslim
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?